Syarat Membuka Kembali Belajar Tatap Muka Sesuai SKB 4 Menteri

    


Foto: Ilustrasi

KORANJURI.COM – Panduan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19 mulai dilakukan penyesuaian.

Surat Keputusan Bersama (SKB) di empat Kementerian mengijinkan sekolah yang berada di zona kuning dan hijau membuka belajar tatap muka. Namun, hal itu ternyata menuai kekhawatira adanya peningkatan kasus Covid-19 terutama di kedua zona tersebut.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Dirjen Paudasmen) Kemendikbud Jumeri mengungkapkan, Pemerintah menyadari pembukaan belajar tatap muka berpotensi memicu munculnya klaster baru.

Dikatakan Jumeri, pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap dengan syarat 30-50% dari jumlah peserta didik di setiap kelas. Untuk SD, SMP, SMA dan SMK dengan standar awal 28-36 peserta didik per kelas, menjadi 18 peserta didik.

Sekolah Luar Biasa (SLB), yang awalnya 5-8, menjadi 5 peserta didik per kelas. Untuk PAUD dari standar awal 15 peserta didik, menjadi 5 peserta didik per kelas.

“Begitu pula jumlah hari dan jam belajar akan dikurangi, dengan shifting yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan,” jelas Jumeri di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020.

Namun, kata Jumeri, jika satuan pendidikan terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah, maka pemerintah daerah wajib menutup kembali satuan pendidikan.

Mengingat, pembelajaran tatap muka menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah pusat. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan bersama dengan Kepala Satuan Pendidikan wajib berkoordinasi terus dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memantau tingkat risiko di daerah.

Sementara, adanya isu muncul klaster-klaster baru di zona kuning akibat sekolah dibuka, Jumeri mengkonfirmasi, peristiwa itu bukan terjadi pada bulan Agustus, atau ketika Penyesuaian SKB Empat Menteri dikeluarkan. Melainkan, akumulasi kejadian dari bulan Maret hingga Agustus 2020.

“Namun perlu diluruskan bahwa hal ini bukan terjadi pada bulan Agustus ketika Penyesuaian SKB Empat Menteri dikeluarkan. Selain itu, para peserta didik dan pendidik tidak terpapar di satuan pendidikan melainkan di lingkungan mereka masing-masing,” jelasnya. (Way/*)