Sukses Adakan Pelatihan, BLK Purworejo Harapkan Alumni Bisa Mandiri

    


Sudarman, S.Sos, Kepala UPT BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo, didampingi Kasubag TU Soni Khatamson, SP, saat meninjau lokasi workshop Garment Apparel, Selasa (29/12/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Selama tahun 2020, UPT BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo sukses menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi, dengan sumber dana dari APBN dan APBD.

Dari APBD, rupiah murninya BLK Purworejo mendapat 5 paket pelatihan. Namun di anggaran perubahan, ada tambahan 2 paket.

“Pelatihan yang bersumber dana dari APBD, totalnya ada 7 paket pelatihan, dan semua sudah terlaksana,” jelas Sudarman, S.Sos, Kepala UPT BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Selasa (29/12/2020).

Begitu juga, kata Sudarman, dengan pelatihan ketrampilan dengan sumber dana APBN, yang mendapatkan 35 paket di awal. Namun karena ada Covid-19, ada pemangkasan dan perubahan, dimana dari 35 paket tersebut, yang muncul di institusional 23 paket.

Namun demikian, karena dalam kondisi tangap darurat Covid-19, melalui Kepmenaker dan UPT BLK binaan Solo, turun ke BLK Purworejo binaannya, mendapatkan 12 paket yang dibagi dalam dua angkatan, untuk pembuatan wastafel, APD, masker, dan nasi box.

“Perbedaannya, untuk institusional itu kita tiga angkatan dengan durasi waktu panjang, kalau yang tanggap Covid-19 ini waktunya cuma 10 hari. Totalnya tetep 35 paket, cuma durasinya berbeda,” terang Sudarman, yang didampingi Kasubag TU, Soni Khatamson, SP.

Untuk keahlian atau kejuruannya, terang Sudarman, merata, yaitu, teknik manufaktur, teknik class industri, teknik otomotif, teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, teknik listrik audio, teknisi hp, wiekel, teknik pendingin, furniture mebeler, teknik gambar bangunan, pengelolaan hasil pertanian, menjahit dasar dan lanjutan, administrasi perkantoran, teknikal suport, desain grafis, dan pemograman web.

Harapannya, kata Sudarman, melalui kementerian tenaga kerja dan APBD, agar masyarakat Purworejo khususnya bisa memiliki skill, yang sebanding dengan apa yang dibutuhkan di dunia industri.

“Kita mengharapkan, para alumni pelatihan supaya bisa usaha mandiri. Karena pada masa pandemi saat ini, penyerapan di dunia industri belum bisa diharapkan,” kata Sudarman.

Kedepannya, menurut Sudarman, BLK Purworejo harus bisa mengadopsi peralatan-peralatan yang ada di dunia industri, yang seimbang, agar nantinya pelatihan ini bisa sama.

“Mudah-mudahan secara bertahap bisa terealisasi,” pungkas Sudarman. (Jon)