Suhu Panas di Bali Dipicu Fenomena Ekuinoks

    


Wisatawan asing tengah menikmati cuaca panas di pantai Kuta/Ilustrasi - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Selama hampir sepekan ini warga di wilayah Bali merasakan suhu panas menyengat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memprediksi puncak cuaca panas ekstrim itu berlangsung selama dua hari, 20-21 Maret 2016.

Kepala BMKG Wilayah III, I Wayan Suardana menyebutkan cuaca panas terik itu diakibatkan adanya fenomena ekuinoks. Fenomena ekuinoks terjadi ketika matahari melintasi garis katulistiwa yang mengakibatkan cuaca mejadi sangat panas.

“Tapi itu tidak berdampak langsung di Bali. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas Wayan Suardana.

Menurutnya, dampak ekuinoks berbeda dengan wilayah yang dilalui garis katulistiwa seperti Kalimantan. Di wilayah Bali atau Denpasar pada khususnya, Suardana menyebutkan belum terlihat peningkatan suhu mencapai 40 derajad celsius.

Rata-rata suhu tertinggi di bulan Maret di wilayah Denpasar antara 32-33 derajad celcius. Peningkatan suhu absolut berkisar 36-37 derajad celsius ketika matahari tepat berada di atas ekuator.

“Tidak berdampak langsung di Bali, mengingat pulau Bali berada di Selatan Katulistiwa,” ujarnya.
 
 
Way

Hits: 0