Suara Guru di Bali pada Peringatan HUT Ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional 2019

    


Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar yang juga menjabat Kasek SMK PGRI 3 Denpasar I Nengah Madiadnyana, bersama R. Ayu Maharani Wijaya, kontestan ajang Putra Putri Sekolah Ajeg Bali Ke-11 tahun 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Banyak tantangan yang dihadapi pendidikan dan para pendidik di tanah air. Di era transformasi digital, persoalan yang dihadapi semakin kompleks. Tuntutan penguasaan teknologi seperti menjadi kewajiban untuk dikuasai oleh para guru tanpa kecuali.

Meski Mendikbud Nadiem Anwar Makarim tidak menyinggung secara langsung dalam pidato Peringatan Hari Guru Nasional 2019, namun perubahan era digital ini telah direspons oleh para guru. Meskipun faktanya, belum semua guru menguasai teknologi, bahkan yang sederhana sekalipun.

Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, I Nengah Madiadnyana menekankan, transformasi digital ini juga harus direspons oleh setiap guru. Apa yang menjadi wacana dan program perubahan pendidikan di Indonesia, menurutnya adalah, visi pendidikan nasional yang lebih baik.

“Mau tidak mau kita harus mengikuti jaman, intinya adalah itu, guru tidak boleh ketinggalan jaman, terutama dalam penguasaan IT,” kata Madiadnyana.

Namun terkait tugas-tugas administratif yang dilakukan oleh guru, Kepala SMK PGRI 3 Denpasar ini menilai tugas administrasi masih penting untuk dilakukan.

“Bagi seorang guru, itu penting. Itu untuk mengukur sejauhmana guru menyelesaikan program, itu kan harus dicatat,” ujarnya demikian.

Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta, SH., M.Hum - foto: Koranjuri.com

Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta, SH., M.Hum – foto: Koranjuri.com

Sementara, Rektor IKIP PGRI Bali I Made Suarta mencermati ajakan Mendikbud Nadiem untuk guru dalam membuat perubahan kecil di kelas. Menurut Rektor yang juga seniman tari ini, perubahan memang harus dimulai dari yang kecil namun dilakukan secara serentak dan konsisten. Guru harus melakukan inovasi.

“Selama ini apa yang sudah dilakukan oleh guru, lakukan inovasi kecil terlebih dulu, sedikit demi sedikit sampai akhirnya pasti akan membawa perubahan besar. Saya juga melakukan itu di IKIP PGRI dengan menghidupkan semua lini, seperti manajemen sepakbola,” jelas Made Suarta.

Peringatan HUT Ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini, diperingati oleh seluruh sekolah di Bali dengan menggelar upacara bendera. Sedangkan acara puncak akan digelar oleh PGRI Provinsi Bali di Taman Budaya Bali, Senin 25 November 2019 sore. (Way)