Studi Vokasi dan Outbound SMPN 29 Purworejo, Melatih Siswa Bekerjasama dan Bertanggungjawab

    


Siswa peserta Studi Vokasi dan Outbound SMPN 29 Purworejo berfoto bersama - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk melatih siswa bekerjasama dan bertanggungjawab, SMPN 29 Purworejo mengadakan kegiatan Studi Vokasi dan Outbound, Kamis (29/09/2022), di Yogyakarta.

Diikuti 184 siswa dari kelas 8 dan 9, kegiatan outbound dilakukan di Desa Pulesare, Turi, Sleman, Yogyakarta yang memiliki kapasitas untuk melaksanakan kegiatan olahraga yang sifatnya kreatif dan memunculkan gotong royong.

Dijelaskan oleh Hidayat Nurhamid, M.Pd., selaku Kepala SMPN 29 Purworejo, pada kegiatan outbound, anak dibawa dalam suatu kegiatan Fun Game, untuk melatih siswa bekerjasama, fokus pada satu kegiatan, melatih jiwa kepemimpinan, serta melatih anak lebih kreatif dalam menghadapinya tantangan.

“Jika ada permasalahan, anak dituntut untuk menyelesaikan atau memberi solusi penyelesaiannya bagaimana. Jadi suatu permainan fun game yang melatih anak lebih kreatif menghadapi tantangan,” ujar Hidayat (30/09/2022).

Selain outbound, kata Hidayat, ada kegiatan semacam halang rintang. Disini anak diajak pada suatu acara kegiatan tim semacam tracking, perjalanan susur sungai dengan berbagai macam keterampilan-keterampilan ataupun latihan-latihan.

“Ini untuk melatih kerjasama siswa agar kepercayaan dirinya tinggi dan berani menghadapi lingkungan dan tantangan,” ungkap Hidayat, didampingi Hartanto, S.Pd., Waka Kesiswaan dan Budi Wijiarso, S.Pd., Tim kurikulum.

Di Desa Pulesari, juga ada wisata edukasi vokasi. Disini siswa diajak untuk melihat secara langsung, bagaimana memanfaatkan hasil pertanian salak yang merupakan produk unggulan lokal. Di pusat edukasi ini, melatih anak bagaimana memanfaatkan atau mengolah hasil lokal yang ada di suatu tempat.

Salah satu kegiatan outbound yang diikuti siswa SMPN 29 Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

Salah satu kegiatan outbound yang diikuti siswa SMPN 29 Purworejo – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Disini karena hasilnya salak, oleh warga diolah menjadi enting-enting dari salak. Jadi siswa melihat pengolahannya secara langsung,” terang Hidayat sambil menyebut nilai karakter yang bisa diambil dalam outbound, yakni, kerjasama kelompok, rasa percaya diri dan tanggungjawab.

Jadi, kata Hidayat, anak secara individu bertanggung jawab untuk menyelesaikan dari tugas tersebut, sehingga kalau ada anak yang pasif, akan disenggol temannya.

Dari arena outbond, kegiatan dilanjutkan dengan menuju Lost Word Castle, sebuah tempat di Cangkringan, Sleman. Dalam wisata edukasi ini, agar siswa terbuka wawasannya dunia luar seperti apa.

Disampaikan oleh Hidayat, adanya kegiatan Studi Vokasi dan Outbound ini, dilatarbelakangi kondisi dua tahun silam saat pandemi, dimana siswa belajar secara online di rumah, tanpa mengenal teman-temannya.

“Jadi diadakan agar ada hubungan sosial yang baik, juga untuk memupuk kebersamaan sebagai warga satu sekolah,” kata Hidayat.

Dengan dibentuknya team work, melatih siswa untuk memecahkan suatu masalah atau tantangan, sehingga tak ada siswa yang merasa minder dan hanya diam saja, karena semua harus aktif. Dan ini akan memunculkan rasa percaya diri anak.

“Diharapkan ada perubahan perilaku pada siswa, sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan ini. Endingnya dalam pembelajaran, anak-anak diupayakan mampu untuk mengeksplore ide, bagaimana menyelesaikan tugas sekolah kaitannya dengan pelajaran,” pungkas Hidayat. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS