Strategi Kalsel Promosi Pariwisata, Luncurkan Kalender Event 2023 di Bali

    


Kadispar Kalimantan Selatan M. Syarifuddin (nomer dua dari kiri) meluncurkan Kalender Event 2023 di Bali, Sabtu, 3 Desember 2022 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bali dipilih sebagai lokasi peluncuran Calender of Events 2023 Kalimantan Selatan. Pemilihan Bali dinilai pemerintah setempat sangat tepat. Mengingat, Pulau Dewata adalah destinasi wisatawan mancanegara dari seluruh belahan dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan M. Syarifuddin mengatakan, hal itu sekaligus sebagai branding pariwisata yang ada di wilayah Kalimantan Selatan.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik sekali, apalagi kemarin Bali telah sukses dalam Presidensi G20, sehingga kami memilih Bali untuk meluncurkan event kalender pariwisata Kalimantan Selatan,” kata Syarifuddin di pantai Double Six, Seminyak, Badung, Bali, Sabtu, 3 Desember 2022.

Ada 80 kegiatan daya tarik wisata yang mewarnai Calender of Events di Kalimantan Selatan tahun 2023 mendatang. Event itu tersebar di seluruh Kabupaten/Kota.

Agenda daya tarik wisata Kalimantan Selatan yang tahun 2023 ada 80 event. Syarifuddin mengatakan, jumlah itu naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 65 event.

Dari 80 Calender of Events di tahun 2023, tiga diantaranya masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf yakni, Festival Budaya Saijaan, Festival Loksado dan Festival Budaya Pasar Terapung

“Hari ini ada lima event yang dikurasi Kemenparekraf. Harapannya, kelima event ini bisa lolos kurasi,” jelasnya.

Lima event yang akan dikurasi saat peluncuran CoE 2023 masing-masing, Festival Pasar Terapung, Festival Loksado, Festival Budaya Saijaan, Festival Sasirangan dari Banjarmasin dan Mesiwah Pare Gumbuh yang merupakan adat Dayak.

“Jadi budaya Dayak juga akan kita munculkan,” ujar Syarifuddin.

Promosi destinasi wisata Kalimantan Selatan, juga membidik wisatawan domestik. Destinasi unggulan yang diminati wisdom adalah wisata religi. Syarifuddin mengatakan, setiap tahun, ada jutaan umat muslim yang mengikuti haul wafatnya tokoh agama yang disebut Haul Sekumpul.

“Uniknya, dalam haul itu masyarakat ikut berpartisipasi menyediakan hidangan secara gratis,” jelas Syarifuddin.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjokorda Bagus Pemayun mengungkapkan, Bali mendukung promosi pariwisata yang dilakukan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami berharap bukan hanya Kalimantan Selatan saja yang melaunching CoE di Bali tapi juga Provinsi lainnya,” jelas Tjok Bagus Pemayun. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS