STIKOM Bali Bakal Bertransformasi Menjadi Institut Teknologi

    


Ketua STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Bali semakin dipandang keberadaannya sebagai mitra dunia dalam berbagai bidang. Keberhasilan itu tak lepas dari program maupun project yang dikembangkan di kampus IT terbesar di Bali itu.

Pembina Yayasan Widya Darma Santhi, Prof. I Made Bandem, M.A mengatakan, project repatriasi film dokumenter tentang Bali Tempo dulu yang bertajuk ‘Bali 1928’ mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan di luar negeri.

“Film tentang kehidupan masyarakat Bali ini banyak dijadikan rujukan setelah kita rilis dalam beberapa volume,” jelas Made Bandem saat menghadiri Dies Natalis XV STIKOM Bali, Kamis, 10 Agustus 2017.

Selain itu, permintaan kerjasama dari Konsulat Jenderal Jepang di Bali juga sudah diajukan ke STIKOM Bali. Kerjasama itu, dikatakan Made Bandem, dalam rangka pagelaran festival untuk memperingati hubungan diplomatik Indonesia-Jepang yang ke 60 tahun.

“Festival itu juga akan diadakan di Bali. Tawaran kerjasama itu tentu saja sangat membanggakan,” ujar salah satu maestro seni tari di Bali ini.

Dalam pengembangan institusi, STIKOM Bali bakal bertransformasi menjadi Institut Teknologi. Ketua STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan menyatakan, terkait perubahan lembaga dari sekolah tinggi menjadi Institut itu sudah diajukan ke Kemenristek Dikti dan sudah dilakukan revisi kedua.

Dengan perubahan Institut, menurut Dadang Hermawan, eksistensi STIKOM Bali akan semakin diakui di tingkat internasional.

“Di tingkat internasional tidak mengenal sekolah tinggi, yang ada Institut, Universitas dan Politeknik,” jelas Dadang Hermawan.

Terkait dengan akreditasi, pihaknya juga kembali mengajukan untuk mendapatkan penilaian A. Sebab menurut Dadang Hermawan, sebagai sekolah tinggi yang pertama mendapatkan akreditasi B, kini semakin banyak kampus-kampus lain yang mendapat akreditasi yang sama.

“Karena itu kita ajukan lagi rekakreditasi untuk menaikkan status menjadi akreditasi A. Sejak 10 tahun lalu kami sudah meraih ISO 9001: 2008 dan tahun ini sudah ber-ISO 2001:2015,” jelasnya demikian.

Di usianya ke 15 tahun jumlah mahasiswa aktif yang belajar sebanyak 5.500 orang diluar calon mahasiswa baru sebanyak 1.130 orang. Jumlah alumni sebanyak 4.622 orang dan dari catatan yang ada telah bekerja di berbagai sektor usaha.

Dalam penerapan Tri Darma Perguruan Tinggi, STIKOM Bali telah menyalurkan beasiswa sebagai bentuk kepedulian sosial kepada 625 orang mahasiswa dengan total sebanyak Rp 6 milyar. (Way)