Stabilkan Harga Jelang Nataru dan Galungan-Kuningan, Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah

    


Kegiatan pasar murah di Banjar Batur, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara, Selasa (11/12/2018) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Menyambut hari suci Galungan dan Kuningan mendatang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggandeng Bulog dan TPID, mengadakan kegiatan pasar murah selama bulan Desember sampai awal bulan Januari 2019 di empat Kecamatan di Denpasar.

Kegiatan pasar murah hari pertama tahun 2018 ini dipusatkan di Banjar Batur, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara, Selasa (11/12/2018).

Terlihat sejak buka pukul 08.00 pagi, masyarakat telah memenuhi areal Banjar Batur untuk dapat membeli berbagai kebutuhan pokok. Tampak pasar murah yang digelar Disperindag Kota Denpasar ini laris manis atau dalam istilah Bali disebut ‘Lais Meseluk’ dikunjungi warga.

Hal ini dibuktikan dengan serbuan pembeli untuk sembako yang disediakan. Total ada 1 ton yang ludes terjual.

Kabid Meterologi dan Tertib Niaga Disperindag Kota Denpasar, Jarot Agung Iswayudi mengatakan, ramainya warga membeli kebutuhan pokok di pasar murah dikarenakan barang-barang yang dijual jauh lebih murah dari pada harga yang ada di pasaran.

Seperti minyak goreng Bimoli 5 liter dijual Rp 61.000 yang harga pasarannya Rp. 70.000, gula pasir kristal putih dijual dengan harga Rp 10.000/kg yang biasanya di pasaran mencapai Rp 12.500/kg, beras kita 10 kg premium dijual Rp 99.000 yang biasanya di pasaran mencapai Rp 120.000 dan gas elpiji 3kg dijual dengan harga Rp 14.500 dimana biasanya di warung-warung dijual dengan kisaran Rp 20.000 dan ludes terjual.

Harga bumbu dapur juga lebih murah disini 15% dari harga di pasar pada umumnya.

Kegiatan pasar murah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat membeli barang-barang pokok untuk kebutuhan hari suci Galungan dan Kuningan dengan harga yang terjangkau dan lebih murah.

Dengan kegiatan pasar murah ini diharapkan masyarakat bisa menikmati hari raya dengan penuh syukur tanpa terbebani harga keperluan yang tinggi.

“Kami sadari, kami tidak bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat, tetapi paling tidak dengan pasar murah ini kami dapat membantu masyarakat untuk menekan pengeluarannya di dalam menyiapkan kebutuhan hari suci,” ungkapnya.

Dikatakan, pada pasar murah hari pertama ini, antusias masyarakat sangat tinggi, semua barang-barang ludes habis terjual dengan waktu yang singkat, ini berarti masyarakat memang sangat menginginkan pasar murah dapat dilaksanakan secara berkesinambungan menjelang perayan hari suci. (Ari/*)