Sri Setianingrum Siap Perjuangkan Petani

    


Sri Setianingrum, caleg DPRD Kabupaten Purworejo dari PDIP, Dapil IV (Grabag, Kutoarjo, Butuh) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menjelang pilihan legislatif, para caleg saling berlomba mencari simpati para pendukungnya. Umumnya, jika sudah jadi anggota legislatif, mereka ‘melupakan’ konstituennya.

Hal itulah yang mendorong Sri Setianingrum (47), warga Desa Seborokrapyak, Banyuurip, Purworejo, ikut dalam pileg 2019 untuk DPRD Kabupaten Purworejo. Dia maju lewat PDI Perjuangan, di Dapil IV (Kutoarjo, Grabag, Butuh).

“Insya Allah, jika saya terkabul menjadi anggota legislatif, saya akan selalu dekat dengan masyarakat,” ujar Sri Setianingrum, Senin (22/10).

Dengan tidak adanya jarak antara rakyat dengan wakilnya, kata Sri Setianingrum, dia akan dengan mudah menyerap aspirasi masyarakat.

Ibu lima anak ini siap memperjuangkan nasib para petani. Dia melihat, posisi para petani di daerahnya sangat lemah. Di saat panen raya, harga gabah/padi sangat rendah. Harga gabah seperti dimainkan tengkulak. Sedang dia hidup di daerah agraris.

“Ini yang membuat saya prihatin. Saya akan memperjuangkan supaya nasib petani bisa menjadi lebih baik lagi,” kata Sri Setianingrum, yang apabila dikabulkan menjadi wakil rakyat nanti sesuai kapasitas legislator akan siap memperjuangkan hal itu.

Wanita yang dalam organisasi kepartaian kini menjabat sebagai Wakil Ketua bidang ekonomi DPC PDI Perjuangan Kab. Purworejo, untuk masa bakti sampai dengan 2020 ini ditugaskan menjadi caleg dari Dapil IV sebagai tempat perjuangannya, karena dia banyak mengenal masyarakat daerah ini.

Masa pendidikannya, dari SD hingga SMP, ditempuhnya di daerah Grabag. Wanita kelahiran Desa Sangubanyu, Grabag ini alumnus SMEA Negeri Kutoarjo tahun 90. Sewaktu tinggal di Sangubanyu, Sri Setianingrum di bidang organisasi kemasyarakatan seperti PKK desa, juga aktif di grup Hadrah Nurul Ikhlas sebagai vocalis. Dia juga menjadi pengurus Fathayat NU kecamatan Grabag, sampai dengan tahun 2013.

Bersuamikan Suhasti, SH, seorang PNS yang berdinas di Dinsosdukkpppa Kabupaten Purworejo, Sri Setianingrum berharap cita-citanya menjadi anggota legislatif terkabul dan diridhoi Allah SWT.

Sri Setianingrum bersama Suhasti dan kelima anaknya - foto: Sujono/Koranjuri.com

Sri Setianingrum bersama Suhasti dan kelima anaknya – foto: Sujono/Koranjuri.com

Bagi masyarakat Grabag, Butuh, dan Kutoarjo, sudah tak asing lagi dengan Suhasti maupun istrinya, Sri Setianingrum. Keduanya lama berkiprah di masyarakat, khususnya kalangan dunia transportasi.

“Saya sempat menjadi bendahara di koperasi angkutan HIKA (Hangudi Indhaking Karaharjan) Kabupaten Purworejo yang berkantor pusat di Sangubanyu di rumah saya di Sangubanyu Grabag. Kami bersama pengusaha angkutan merintis berdirinya koperasi angkutan HIKA dan ikut berperan aktif mengelola koperasi yang mengurusi lebih dari 100 armada, namun setelah suami saya menjadi pns kemudian memutuskan berhenti dari kepengurusan koperasi” cerita Sri Setianingrum, yang didampingi Hasti, suaminya.

Hubungan emosional Sri Setianingrum dengan masyarakat Grabag khususnya, hingga kini terus terjalin. Pengalamannya di organisasi, menjadikan nilai tersendiri bagi wanita ramah ini.

“Insya Allah, apabila dikabulkan saya akan selalu berusaha tidak akan mengecewakan masyarakat dan siap untuk selalu jujur setia mengemban amanah rakyat” pungkas Sri Setianingrum. (Jon)