Sosialisasi Program ‘Pajak Bertutur’ Di SMK Batik Purworejo

    


Kepala SMK Batik Purworejo, Yati Dwi Puspita Adi, S.Pd, saat menerima plakat dari Kepala KPP Pratama Purworejo, Yupida Laksmijarta Sumantri, Rabu (15/07/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purworejo, lakukan sosialisasi tentang pajak di SMK Batik Purworejo, Rabu (15/07/2020). Kegiatan yang diberi nama ‘Pajak Bertutur’ ini, diikuti oleh 20 siswa kelas XI dari kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL).

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Batik Purworejo, Yati Dwi Puspita Adi, S.Pd, dan dihadiri secara langsung oleh Kepala KPP Pratama Purworejo, Yupida Laksmijarta Sumantri. Usai pembukaan, dilanjutkan dengan pemberian plakat kenang-kenangan dari KPP Pratama Purworejo kepada SMK Batik.

Di sela-sela kegiatan, Yupida menjelaskan, bahwa kegiatan Pajak Bertutur merupakan program dari kantor pajak, dalam rangka mensosialisasikan/memperkenalkan tentang pajak kepada anak sejak dini.

“Tujuannya supaya anak-anak mengenal pajak sejak dini. Materi yang diberikan, lebih kepada menggugah kesadaran akan arti pentingnya pajak, pajak yang dibayarkan wajib pajak itu untuk apa saja. Tidak ke teknis bagaimana memungut pajak,” ungkap Yupida.

Setelah anak-anak mengenal tentang pajak, Yupida berharap, mereka bisa memperkenalkan akan pentingnya pajak pada lingkup keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dan endingnya, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak.

Sementara itu, Pipit, panggilan akrab Yati Dwi Puspita Adi menjelaskan, dengan sosialisasi tersebut, diharapkan anak-anak akan lebih memahami, apa itu pajak.

Karena pada kompetensi keahlian AKL, ada materi tentang administrasi perpajakan di kelas XI dan XII. Sehingga anak-anak kelas XI bisa memahami, dan ketika terjun di dunia industri, dunia usaha, atau PKL di kantor pajak, mereka bisa lebih mudah memahaminya.

Dalam kesempatan tersebut Pipit juga menyampaikan, terkait MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) untuk kelas X di SMK Batik Purworejo, dilaksanakan selama tiga hari, dari Senin (14/07/2020) hingga Rabu (16/07/2020).

“Hari pertama, sempat ada tatap muka. Materi hari pertama, Wawasan Wiyata Mandala, Kurikulum, Kompetensi Keahlian, dan penyampaian visi misi sekolah,” jelas Pipit.

Setelah ada edaran dari Dinas Pendidikan Propinsi Jateng, untuk hari selanjutnya MPLS dilakukan secara daring. Dalam hal ini, menurut Pipit, SMK Batik sudah mempersiapkan diri. MPLS daring ini, menggunakan aplikasi Zoom dan you tube.

Untuk tahun pelajaran 2020/2021, kata Pipit, SMK Batik menerima 194 siswa baru, dengan perincian, jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 26 siswa, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) 20 siswa, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) 64 siswa, Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) 46 siswa, dan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) 38 siswa.

“Saat tatap muka, protokol kesehatan tetap kita patuhi, seperti mengukur suhu tubuh, wajib cuci tangan, dan wajib pakai masker,” pungkas Pipit. (Jon)