Soal Pemindahan Ibu Kota, Kritik Fadli Zon: BPJS Aja Masih Susah

    


Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai pemindahan Ibu Kota untuk saat ini bukan waktu yang tepat untuk dilakukan. Ia menyoroti soal pengangguran yang urgen untuk diselesaikan pemerintah, ketimbang merencanakan pemindahan Ibukota.

“Persoalan mendasar, kebutuhan rakyat sehari-hari itu yang perlu difokuskan,” kata politisi Partai Gerindra ini di Kuta, Bali, Rabu, 4 September 2019.

Namun ia melihat, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8-10 persen, wacana pemerintah memindahkan Ibu Kota boleh saja dilakukan.

“Tapi kalau kita masih berutang, itu tadi, BPJS aja masih susah, bagaimana mau mengeluarkan anggaran lebih dari Rp 400 triliun,” ujarnya.

Pemerintah yang mengatakan sebagai pemerataan, justru dinilai Fadli Zon kurang tepat. Pemerataan jika dilihat dari diseminasi anggaran, menurut Fadli Zon, hampir 40 persen pembangunan masih berada di Pulau Jawa.

“Ini cara berpikir yang agak kurang tepat, ngawur lah. Pemerataan itu dilihat dari distribusi diseminasi anggaran, proyek-proyek strategis 40 persen masih ada di Jawa, gitu lho,” ujarnya demikian

Fadli Zon turut menghadiri World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) yang diadakan di Bali, 4-5 September 2019.

Forum parlemen dunia yang ketiga ini diantaranya membahas tentang peran infrastruktur dan inovasi industri dalam mendukung peluang pembangunan yang merata, memastikan akses warga pedesaan terhadap suplai air dan sanitasi yang bersih dan sehat, serta pentingnya memperkuat kerja sama dalam mendukung keuangan inklusif. (Way)