SMPN 4 Purworejo Uji Coba Konsultasi Pembelajaran Terprogram

    


Pelaksanaan hari pertama uji coba konsultasi pembelajaran terprogram di SMPN 4 Purworejo. Sebelum masuk kelas, siswa diukur suhu tubuhnya - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 4 Purworejo, melakukan uji coba konsultasi pembelajaran terprogram. Hal itu sebagai tindak lanjut dari surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo bahwa sekolah diberi kesempatan untuk melakukan konsultasi bagi siswa yang mengalami kesulitan/permasalahan belajar di rumah.

Dalam uji coba yang dimulai Senin (24/08/2020), siswa bisa menyampaikan kesulitannya pada guru di sekolah, dan guru akan memberikan penjelasan atau jalan keluarnya, dengan batasan waktu tertentu.

“Kegiatan ini akan selalu kita evaluasi. Dalam pelaksanaannya, kita tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” ujar Kepala SMP N 4 Purworejo Drs Eko Partono, MPd, Senin (24/08/2020).

Sesuai kalender pendidikan, kata Eko Partono, tanggal 7 – 12 September 2020, merupakan masa penilaian tengah semester. Dengan konsultasi pembelajaran terprogram tersebut, diharapkan target kurikulum bisa tercapai, minimal 60 persennya.

Konsultasi pembelajaran terprogram, jelas Eko Partono, bukanlah pembelajaran tatap muka seperti biasa. Kalau satu jam pelajaran biasanya 40 menit, dalam kegiatan ini hanya 35 menit.

“Dalam satu hari, maksimal tiga mapel. Siswa yang masuk bergantian, dan diatur dalam sebuah jadwal, dengan jumlah siswa 50 persen perkelasnya. Siswa masuk jam dari jam 7.30 WIB hingga 11.30 WIB,” kata Eko Partono.

Selama satu jam mapel, diisi dengan diskusi, termasuk didalamnya guru memberikan pencerahan, dalam arti, apa yang siswa rasakan sulit, dipecahkan bersama.

Dalam pelaksanaan konsultasi pembelajaran terprogram ini, ujar Eko Partono, ada jeda waktu untuk istirahat. Selama istirahat, siswa tetap berada dalam ruangan, dan makan bekal yang dibawanya. Siswa dilarang ke luar ruangan, kecuali untuk MCK.

Pihak sekolah, ungkap Eko Partono, sudah mempersiapkan betul pelaksanaan uji coba, dengan standar operasional prosedur pencegahan Covid-19, yakni, siswa wajib pakai masker, wajib cek suhu badan, wajib cuci tangan pakai sabun sebelum masuk kelas, jaga jarak tempat duduk minimal 1,5 meter, dilarang jabat tangan/bersentuhan, kantin tidak boleh buka, dan tak ada kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler.

“Siswa juga harus diantar jemput orangtua. Yang jaraknya dekat, bisa jalan kaki atau naik sepeda,” kata Eko Partono.

Dari pengamatan Eko Partono, pada hari pertama siswa masuk sekolah, mereka terlihat sangat gembira, dan mematuhi aturan yang sudah ditentukan. Drs Frikly Widhi Dewanto, M.T, selaku Kabid Dikmen dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Purworejo, menyempatkan diri meninjau pelaksanaan uji coba konsultasi pembelajaran terprogram ini.

“Kita berharap, pelaksanaan konsultasi terprogram ini berjalan lancar, siswa sehat dan senang, sehingga proses KBM bisa berjalan dengan baik,” kata Eko Partono.

Terpisah, Ketua Komite SMPN 4 Purworejo, Masrukin, yang sempat meninjau pelaksanaan uji coba menilai, hari pertama pelaksanaan konsultasi terprogram ini anak-anak yang masuk terlihat sehat.

“Ini jadi tolak ukur hari berikutnya, dengan sistem dan tata cara yang sudah diatur oleh sekolah,” kata Masrukin.

Sebagai komite sekolah, ujar Masrukin, pihaknya terus mengantisipasi agar pendidikan di SMP N 4 Purworejo berjalan sebagaimana mestinya, agar anak-anak bisa menerima materi dari guru secara utuh. (Jon)