SMPN 38 Purworejo Gelar Workshop Penyusunan Soal Literasi Numerasi, P5 dan Pembelajaran Berdiferensiasi

oleh
Kegiatan Workshop Penyusunan Soal Literasi Numerasi, P5 dan Pembelajaran Berdiferensiasi di SMPN 38 Purworejo, Senin (03/07/2023) hingga Selasa (04/07/2023) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 38 Purworejo yang berada di Desa Bakurejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo menggelar Workshop Penyusunan Soal Literasi Numerasi, P5 dan Pembelajaran Berdiferensiasi.

Berlangsung selama dua hari, Senin (03/07/2023) hingga Selasa (04/07/2023), workshop yang diikuti semua bapak ibu guru ini dibuka oleh Kepala SMPN 38 Purworejo, Endang Wahyundari, S.Pd., M.Pd.

Sugiyaningsih, S.Pd., staf kurikulum, selaku Panitia Workshop menyebut, tujuan diadakannya workshop, agar guru bisa menyusun soal-soal yang berbasis literasi dan numerasi, yang nantinya diterapkan di setiap ulangan harian, PTS (Penilaian Tengah Semester) ataupun PAS (Penilaian Akhir Semester).

Selama pelaksanaan workshop, jelas Sugiyaningsih, menghadirkan beberapa narasumber. Di hari pertama, dua narasumber Eko Nuswantoro, S.Pd.,I., dan Jati Cahyono, S.Pd., menyampaikan materi tentang Penyusunan soal Literasi dan Numerasi.

“Sehingga nanti ada print outnya hasil dari bapak ibu guru dalam penyusunan soal itu,” ujar Sugiyaningsih.

Karena saat ini sudah mulai Kurikulum Merdeka dan berbasis literasi dan numerasi, kata Sugiyaningsih, diharapkan guru sudah terbiasa membuat soal-soal yang berbasis seperti itu dan anak juga menjadi terbiasa mengerjakan soal-soal yang seperti itu pula.

“Insya Allah ada tindak lanjut dari workshop ini dan dimulai sudah tahun yang lalu. Pada tahun pelajaran baru 2023/2024 untuk lebih mantap lagi dan adanya peningkatan yang lebih baik dari bapak/ibu guru maupun peserta didik,” terang Sugiyaningsih.

Ditambahkan, di hari kedua, menghadirkan narasumber Pengawas Dabin Drs. Kukuh Ujiyanto, M.Pd., yang menyampaikan materi tentang P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan Pembelajaran Berdiferensiasi oleh guru penggerak Ahmad Faqih, S.Pd., dan Anik Winarni, S.Si.

Di sela kegiatan, Kukuh Ujiyanto mengungkapkan, bahwa dengan diberlakukannya Kurikulum Merdeka, akan membuat anak-anak (siswa) memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila.

“Di Kurikulum Merdeka, pelaksanaan P5 Ini sebagai ko kurikuler,” jelas Kukuh.

Dalam kegiatan ini, kata Kukuh, akan membuat identifikasi projek apa yang perlu, kemudian akan menyusun perencanaan projeknya, supaya ada gambaran P5 yang sebenarnya. Karena sementara ini dalam pelaksanaannya P5 lebih mengutamakan produk.

Padahal dalam P5 itu, menurut Kukuh, bukan produk yang diutamakan tetapi proses penguatan profil pelajar Pancasila seperti Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong-royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif.

“Jadi dalam P5 itu ada tujuan dan yang dinilai tujuannya berhasil apa tidak. Misal, dalam Berkebhinekaan Global, apakah anak sudah toleran dengan teman yang berbeda,” jelas Kukuh.

Dikatakan, di tahun pelajaran baru ini pihaknya lebih mematangkan bagaimana P5 harus dilaksanakan oleh kelas VII dan VIII. Harapannya nanti pelaksanaan P5 di sekolah makin tertata semakin baik, sehingga tujuan supaya anak-anak memiliki profil pelajar Pancasila lambat laun semakin mendekati ketercapaian.

Endang Wahyundari, S.Pd., M.Pd.,selaku Kepala SMPN 38 Purworejo berharap, dengan adanya workshop, teman-teman guru di jajarannya bisa update diri, meningkatkan kemampuannya sesuai dengan tuntunan pendidikan yang sekarang.

“Kedepan nanti diharapkan kita tidak tertinggal di dunia pendidikan, tapi kita bisa tetap menjadi pelayan masyarakat yang luar biasa,” pungkas Endang. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News