SMPN 15 Purworejo Terus Berbenah, Hadapi Penilaian Adiwiyata Tingkat Nasional

    


http://koranjuri.com/smpn-15-purworejo-terus-berbenah-hadapi-penilaian-adiwiyata-tingkat-nasional/

KORANJURI.COM – SMPN 15 Purworejo, terus berbenah dalam menghadapi penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Sekolah ini memiliki Tim 7 K (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kedisiplinan), yang setiap hari bekerja keras, menjadikan lingkungan sekolah tetap bersih, asri, dan hijau.

Setiap hari, tim 7 K ini bertugas melakukan pembenahan tanaman-tanaman yang ada lingkungan sekolah, agar menjadi lebih hijau, nyaman, dan lebih rindang.

“Tujuan utamanya memang untuk menghadapi penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, yang seharusnya dilakukan tahun 2020 ini, tapi karena pandemi, diundur tahun depan,” ujar Dwi Retno Untari, SPd, Kepala SMP N 15 Purworejo, Jum’at (20/11/2020).

Sehingga kedepannya, kata Retno, demikian wanita ini akrab disapa, kondisi sekolah yang nyaman bisa menambah motivasi bagi bapak ibu guru di dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga anak-anak kerasan, guru-guru juga kerasan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Tim 7 K ini, menurut Retno, terus eksis dalam merawat keindahan sekolah. Semua jenis tanaman ada, dari tanaman hias, tanaman toga, tanaman perindang untuk perindangan, tanaman tahunan, serta tanaman buah juga ada.

“Ada tanaman buah, seperti sawo, belimbing, jambu dan pepaya, yang ditanam mengelilingi lapangan sekolah. Tanaman toga ada di pojok sekolah,” jelas Retno.

Retno berharap, jika sekolah sudah rindang, nyaman dan sejuk, berarti semuanya ikut merasa memiliki, baik guru maupun siswa, sehingga mereka menjadi betah di sekolah.

Siswa, kata Retno, juga ikut andil dalam kegiatan-kegiatan untuk menjaga lingkungannya masing-masing. Otomatis, kalau keadaan bersih, menjadikan lingkungan sehat, sehat untuk anak, sehat untuk bapak ibu guru, serta ada kewajiban untuk merawat.

“Nanti ke depannya guru-guru pun akan kita tugasi untuk menyumbang ke sekolah 1 pot tanaman yang nantinya dia rawat sendiri. Siswa juga ada kewajiban membawa tanaman dan pot dari kaleng atau sabut kelapa,” pungkas Retno. (Jon)