SMPN 1 Denpasar Ditunjuk Sebagai Sekolah Rujukan Nasional

    

Bantuan 29 Unit Komputer dari Pemerintah Pusat Disiapkan Untuk UNBK

Anak Agung Gde Agung Rimbya Temaja/Koranjuri.com

Anak Agung Gde Agung Rimbya Temaja/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ditunjuknya SMP Negeri 1 Denpasar sebagai Sekolah Rujukan Nasional tak terlepas dari sejumlah prestasi yang ada. Sekolah yang berlokasi di jantung Kota Denpasar ini punya gaung hingga ke dunia internasional di bidang akademis maupun non akademis.

Selain itu, siswa SMP Negeri 1 Denpasar pernah mendapatkan nilai UN tertinggi nasional selama lima kali berturut-turut. Bahkan salah satu mantan siswanya bernama Ni Putu Tamara Bidari Suweta pada 2012 meraih nilai UN sempurna (40) untuk empat mata pelajaran yang diujikan.

Kepala sekolah, Anak Agung Gde Agung Rimbya Temaja mengatakan, sebagai Sekolah Rujukan Nasional pihaknya diharuskan mengimbas ke sekolah lain untuk dibina. Nantinya, akan ada penilaian terhadap sekolah imbas untuk mendapatkan status Sekolah Rujukan Nasional.

“Nantinya sekolah itu akan dinilai dan kalau sudah memenuhi syarat akan mendapatkan status Sekolah Rujukan Nasional dari pusat. Sekolah imbas ini SK-nya dikeluarkan oleh Pemerintah Kota,” jelas Agung Rimbya.

Sekolah imbas yang akan dibina oleh SMP Negeri 1 Denpasar antara lain, SMP Negeri 6 Denpasar, SMP Negeri 2, SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 5 Denpasar. “Secepatnya akan kita lakukan kegiatan pembinaan terhadap sekolah-sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah imbas,” ujarnya.

Selain itu, SMP Negeri 1 Denpasar juga mendapatkan bantuan 29 unit komputer dari Kemendikbud. Pengelolaan perangkat IT tersebut, dikatakan Agung Rimbya Temaja, akan digunakan untuk menyiapkan pelaksanaan UNBK tahun ini.

Puluhan perangkat komputer itu dihibahkan karena ditunjuknya SMP Negeri 1 Denpasar sebagai sekolah Rujukan Nasional.

“Kita sudah mendapatkan SK sebagai satu-satunya sekolah Rujukan Nasional di Denpasar,” jelas Agung Rimbya Temaja, Kamis, 24 November 2016.

Untuk memenuhi jumlah 1/3 dari jumlah siswa peserta UNBK, komite sekolah sebelumnya sudah menggelontorkan anggaran mencapai Rp 300 juta untuk kebutuhan computer based test tersebut. Sehingga total jumlah komputer yang sudah disiapkan sebanyak 100 unit.

“Semua sudah siap dan sudah dioperasikan, hanya saja kita perlu operator yang sudah siap untuk UNBK mendatang,” jelas Agung Rimbya.
 
 
Way



    





News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas