SMP Wisata Sanur Raih Penghargaan ‘Sekolah Sahabat Anak’

    


Kepala SMP Wisata Sanur, Gusi Made Raka - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMP Wisata Sanur kembali mendapatkan penghargaan berupa ‘Sekolah Sahabat Keluarga’ dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penghargaan itu diberikan di akhir tahun 2018 lalu.

Kepala SMP Wisata Sanur, Gusi Made Raka menjelaskan, ‘Sekolah Sahabat Keluarga’ menjadi inovasi yang digagas oleh SMP Wisata Sanur yang melibatkan keluarga siswa.

Penjabaran program itu dituangkan dalam berbagai macam kegiatan yang ada di sekolah yang berada di jantung wisata Sanur itu. Gusi Made Raka mencontohkan, jika ada keluarga siswa yang punya prestasi atau skill tertentu, mereka akan ikut dilibatkan untuk memotivasi dan menularkan ketrampilan itu kepada siswa yang lain di SMP Wisata Sanur.

“Contohnya di bidang olahraga, mereka kita undang ikut berpartisipasi dalam pembinaan. Sehingga siswa lain punya motifasi untuk mengembangkan kemampuannya, dengan begitu siswa juga akan berprestasi,” jelas Made Raka kepada Koranjuri.com, Jumat, 25 Januari 2019.

Untuk mendapatkan penghargaan itu bukan urusan mudah. Karena pihak sekolah harus mengajukan surat kepada Kemendikbud terkait inovasi program yang diinisiasi oleh SMP Wisata Sanur.

Gusi Made Raka menambahkan, setelah pengajuan surat baru ada verifikasi oleh tim dari Kemendikbud. Dari verifikasi itu kemudian dievakuasi sampai akhirnya turun penghargaan kepada SMP Wisata Sanur sebagai ‘Sekolah Sahabat Keluarga’.

Pihaknya berharap, program itu dapat berjalan dan selalu melibatkan keluarga dalam pengembangan mutu pendidikan. Menurut Gusi Made Raka, pendidikan bukan hanya dilakukan di sekolah semata. Namun juga melibatkan masyarakat atau dalam skala kecil keluarga menjadi pendidikan yang sesungguhnya.

“Siswa hanya beberapa jam saja belajar di sekolah. Mereka memiliki waktu lebih banyak di keluarga. Jadi disitulah, peran kita menjadi jembatan pendidikan untuk mempertemukan sekolah dan keluarga,” jelasnya demikian

Sementara, telah banyak prestasi dan inovasi yang lahir di SMP Wisata Sanur. Pada event Denpasar Festival (Denfest) Desember tahun lalu, siswanya dipercaya mengisi event tahunan yang dihelat oleh Pemkot Denpasar itu.

Dalam momentum itu, marching band SMP Wisata Sanur unjuk kemampuan dengan menggabungkan unsur perkusi dan gamelan. Praktis, penampilan tim Marching Band Gita Merdangga mendapatkan aplus tinggi dari audiens.

Sedangkan momen perdana pencanangan Bulan Bahasa Bali yang jatuh pada Februari nanti, pihaknya sangat mendukung dan akan terus mensosialisasikan dalam bentuk nyata di sekolah.

“Kami mendukung program pemerintah. Kami akan mensosialisasikan dipilihnya Bulan Februari sebagai Bulan Bahasa Bali,” jelas Gusi Made Raka. (Way)