SMP Pius Kutoarjo Tanam Mangrove dan Bersih Pantai Kadilangu

    


Peserta Student Gathering SMP Pius Bakti Utama Kutoarjo berfoto bersama usai kegiatan tanam Mangrove dan bersih Pantai Kadilangu, Sabtu (19/03/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMP Pius Bakti Utama Kutoarjo, yang beralamat di jalan Marditomo 29 Kutoarjo, Purworejo, mengadakan kegiatan Student Gathering pada Sabtu (19/03/2022) lalu.

Mengambil tema Peduli Lingkungan Hidup (PLH), Students Gathering ini diwujudkan dalam bentuk menanam Mangrove dan Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan bersih-bersih Pantai Kadilangu di wilayah Kabupaten Kulon Progo.

“Kegiatan tersebut diikuti oleh semua siswa dan guru. Sebelum penanaman Mangrove, ada Edukasi oleh Team Hutan Mangrove,” ujar Kepala SMP Pius Bakti Utama Kutoarjo, Cicilia Budi Purwaningsih, S.Pd, Selasa (22/03/2022).

Dengan kegiatan tersebut, kata Bu Ning, panggilan akrab Cicilia Budi Purwaningsih, diharapkan siswa terbiasa untuk melestarikan alam sekitar dan sadar pentingnya hidup bersih dan sehat.

Diharapkan pula, para siswa bertumbuh menjadi pribadi yang jujur, cerdas, peduli dan berkarakter. Kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan dihidupi dengan nilai Keseraphinan agar nilai-nilai kehidupan dibuktikan dalam hidup keseharian.

“Sebagai pengaplikasian Nilai Keseraphinan diwujudkan dalam kegiatan harian per klas maupun kegiatan bersama, yang disebut Student Gathering,” jelas Bu Ning.

Penanaman hutan Mangrove oleh siswa dan guru SMP Pius Bakti Utama Kutoarjo dalam rangka Student Gathering, Sabtu (19/03/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

Penanaman hutan Mangrove oleh siswa dan guru SMP Pius Bakti Utama Kutoarjo dalam rangka Student Gathering, Sabtu (19/03/2022) – foto: Sujono/Koranjuri.com

SMP Pius Bakti Utama Kutoarjo sendiri, menurut Bu Ning, sudah berusia 75 tahun, dan telah meluluskan banyak siswa yang sudah berhasil baik dengan berbagai profesi.

Visi Misi dari sekolah ini, menjadi sekolah pilihan utama yang profesional dalam pelayanan, unggul dalam nilai humaniora, kualitas akademik dan persaudaraan sejati.

“Pendidikan yang diberikan beranekaragam, antara lain, kegiatan akademik, non akademik, ekstrakurikuler, ketrampilan dan pembinaan karakter yang dikemas dalam kegiatan pembiasaan,” pungkas Bu Ning. (Jon)