SMK YPT Purworejo Teken MoU dengan Nasmoco

    


Kepala SMK YPT Purworejo, Toto Wibawa, SPd, MPd (kanan) dan Kepala Bengkel Nasmoco Magelang, Subhan Firdaus (kiri), menunjukkan MoU yang telah ditandatangani - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK YPT Purworejo, menandatangani naskah perjanjian kerjasama (MoU) dengan Nasmoco Magelang. Penandatanganan kerjasama dilakukan di Magelang, Senin (14/09/2020).

Dari pihak SMK YPT Purworejo, diwakili oleh Toto Wibawa, SPd, MPd, selaku Kepala Sekolah, dan dari Nasmoco diwakili Subhan Firdaus, selaku Kepala Bengkel Nasmoco Magelang.

“MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari program Nasmoco Go to School yang dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2020 lalu,” ujar Toto Wibawa, Selasa (15/09/2020).

Dijelaskan oleh Toto, bahwa dalam pelaksanaan Nasmoco Go to School, SMK YPT mendapat penilaian baik, dan dianggap layak untuk bekerjasama dengan Nasmoco. Dan hal itu ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU antara keduanya.

Isi dari naskah kerjasama itu sendiri, jelas Toto, berisi tentang penyelenggaraan praktik kerja lapangan, pemagangan dan kunjungan industri.

“Untuk ketentuan-ketentuannya, ada kesepakatan bersama antara Nasmoco dengan sekolah, tentang waktu pelaksanaan, peserta, dan aturan-aturannya. Dari sekolah mengikuti aturan Nasmoco,” terang Toto.

Toto berharap, dengan MoU tersebut, siswa bisa melihat langsung pada industri. Dari industri bisa mendidik dan memberi bekal. Apa yang ada di industri, disampaikan ke sekolah.

Guru pun, kata Toto, juga demikian. Secara tak langsung, apa yang ada di industri dibawa ke sekolah untuk diajarkan kepada peserta didik. Dan MoU ini khusus untuk kejuruan TKRO (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif).

“Untuk prakerin, bisa di Nasmoco dengan pelaksanaan terjadwal, karena tidak hanya SMK YPT saja yang bekerjasama dengan Nasmoco,” ungkap Toto.

Dengan kerjasama tersebut, kata Toto, terjadi link and match antara sekolah dengan dunia industri. Ini membuktikan, bahwa kejuruan TKRO sudah sesuai dengan standar dunia industri.

Tujuan dari kerjasama ini, menurut Toto, menyiapkan SDM melalui program Pendidikan Sistem Ganda, menjalin kerjasama dalam rangka PKL dan pemagangan, memperkokoh link and match antara SMK dengan dunia kerja, membantu penyusunan bahan ajar, serta memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.

“Harapannya, mudah-mudahan anak-anak setelah lulus bisa terserap di DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) dan tidak canggung lagi, sehingga siap pakai di dunia industri,” kata Toto.

Terpisah, Subhan Firdaus mengatakan, dengan MoU, bisa meningkatkan kerjasama, yaitu meneruskan link and match, merealisasikan kelanjutan dari kegiatan-kegiatan Nasmoco Go to School kemarin, yang ditindaklanjuti dengan MoU kerjasama.

“Guna menjawab kebutuhan tersebut, dengan MoU kita akan bisa fokus terhadap lima keunggulan kompetitif untuk pengembangan kedepannya,” terang Subhan Firdaus.

Kelima keunggulan itu, sebagai industri yang peduli membantu mencetak tenaga kerja industri yang kompeten dengan spesialisasi tertentu di bidang industri otomotif, dengan MoU, industri sebagai pusat penelitian dan pengembangan SDM sesuai SOP di dunia industri.

Sebagai pusat informasi pelayanan dimana SMK YPT akan menjalin dan mengembangkan kerjasama dengan industri, dengan MoU membantu peningkatan akreditasi sebagai bentuk pengakuan kwalitas pendidikan, dan dengan MoU, meningkatkan kerjasama dengan lembaga pendidikan dan industri untuk peningkatan kwalitas pendidikan. (Jon)