SMK YPT Purworejo Jadi SMK Rujukan

    


Launching SMK YPT Purworejo menjadi SMK Rujukan, Jum'at (6/9) lalu, serta Sosialisasi Penyusunan Program Peningkatan Pembelajaran SMK Dalam Rangka Bantuan Pengembangan SMK Rujukan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK YPT Purworejo ditetapkan menjadi SMK Rujukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. SMK ini, menjadi salah satu sekolah dari 500 SMK (negeri dan swasta) se Indonesia yang dijadikan SMK Rujukan.

Launching SMK YPT Purworejo sebagai SMK Rujukan ini, dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, yang diwakili pengawas Bani Mustofa, MPd, Jum’at (6/9) lalu. Dalam launching tersebut juga dilakukan Sosialisasi Penyusunan Program Peningkatan Pembelajaran SMK Dalam Rangka Bantuan Pengembangan SMK Rujukan.

“Penetapan menjadi SMK Rujukan ini, berdasarkan penilaian dari Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan,” jelas Toto Wibawa, SPd, Kepala SMK YPT Purworejo, Senin (16/9).

Penilaian ini, menurut Toto, berdasarkan Raport Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP), dimana setiap kegiatan selalu diupload oleh operator Dapodik (Data Pokok Pendidikan) secara online, sehingga akan terlihat sekolah yang aktif dan yang tidak aktif.

Diakui oleh Toto, dengan dijadikannya SMK YPT Purworejo menjadi SMK Rujukan, merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Namun juga merupakan sebuah tantangan, untuk lebih maju dan berprestasi lebih baik lagi, karena menjadi contoh/acuan bagi SMK lainnya.

“Harapannya, SMK YPT Purworejo lebih dipercaya masyarakat,” ujar Toto

Dalam sosialisasi tersebut disebutkan, kata Toto, bahwa bantuan peningkatan pembelajaran SMK, merupakan upaya mengoptimalkan program-program dan sumber daya, agar proses pembelajaran di SMK benar-benar efektif, menghasilkan lulusan yang mampu produktif, baik bekerja pada pihak lain, maupun bekerja mandiri, serta layak untuk dijadikan acuan bagi SMK lainnya.

“Tujuannya, menjadi SMK yang mampu menerapkan program-program pengembangan dan sumberdaya yang tersedia secara optimal dan efektif, serta dapat mengimbaskan keberhasilannya ke SMK lain,” terang Toto

Ruang lingkup dari kegiatan ini, kata Toto, menyelaraskan kurikulum berdasarkan kebutuhan dunia kerja, memagangkan guru produktif dan menyusun bahan (modul), mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah, mengimplementasikan pendidikan karakter, mengembangkan bank soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill), mengimplementasikan Revolusi Industri 4.0 dalam pembelajaran, serta mengembangkan web sekolah.

Untuk melaksanakan semua kegiatan tersebut, jelas Toto, sudah ada program yang telah dipersiapkan. Misalnya, dalam mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah, ada penataan perpustakaan sekolah, peningkatan pelayanan, serta fasilitasi penerbitan dan publikasi karya siswa. Dalam penguatan pendidikan karakter, pihaknya bekerja sama dengan Kodim, kepolisian, DUDI, dan psikolog.

“Kegiatan ini melibatkan semua warga sekolah. Dan pendamping kegiatan SMK Rujukan ini, Drs Hamdi,” pungkas Toto. (Jon)