SMK VIP Ma’arif NU 1 Kemiri Tandatangani MoU dengan Nasmoco

    


Penandatanganan MoU antara SMK VIP Ma'arif NU 1 Kemiri, yang diwakili Sutarjono, M.Pd selaku Kepala Sekolah, dengan Nasmoco, yang diwakili Subhan Firdaus, selaku Kepala Bengkel Nasmoco Magelang, Sabtu (14/11/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebagai tindak lanjut dari program Nasmoco Go to School, yang telah dilaksanakan pada 14 -15 Oktober 2020 lalu, SMK VIP Ma’arif NU 1 Kemiri, Purworejo, menandatangani MoU dengan Nasmoco Magelang.

Penandatanganan MoU dilakukan Sabtu (14/11/2020) di Magelang. Dari pihak SMK VIP Ma’arif NU 1 diwakili Sutarjono, M.Pd selaku Kepala Sekolah, dan dari Nasmoco diwakili Subhan Firdaus, selaku Kepala Bengkel Nasmoco Magelang.

Dijelaskan oleh Sutarjono, dalam pelaksanaan program Nasmoco Go to School di SMK VIP Ma’arif NU 1 beberapa waktu sebelumnya, berdasarkan penilaian pihak Nasmoco mendapat penilaian baik, dan dianggap layak untuk bekerjasama dengan Nasmoco.

“Akhirnya hal itu ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU ini,” ujar Sutarjono, usai penandatanganan MoU.

Isi dari naskah kerjasama itu sendiri, kata Sutarjono, berisi tentang penyelenggaraan praktik kerja lapangan, pemagangan dan kunjungan industri.

Untuk ketentuan-ketentuannya, ujar Sutarjono, ada kesepakatan bersama antara Nasmoco dengan sekolah, tentang waktu pelaksanaan, peserta, dan aturan-aturannya.

“Dengan MoU tersebut, siswa bisa melihat langsung pada industri. Dari industri bisa mendidik dan memberi bekal. Apa yang ada di industri, disampaikan ke sekolah,” kata Sutarjono, yang didampingi Waka Humas Arsyad Wiyanto, S.Pd dan Prodi Ototronik EKo Widiyanto, S.Pd.

Guru pun, menurut Sutarjono, juga demikian. Secara tak langsung, apa yang ada di industri dibawa ke sekolah untuk diajarkan kepada peserta didik. Dan MoU ini khusus untuk kejuruan Ototronik.

“Untuk prakerin, bisa di Nasmoco dengan pelaksanaan terjadwal, karena tidak hanya SMK SMK VIP Ma’arif NU 1 saja yang bekerjasama dengan Nasmoco,” ujar Arsyad menimpali.

Menurutnya, dengan kerjasama tersebut, terjadi link and match antara sekolah dengan dunia industri. Ini membuktikan, bahwa kejuruan Ototronik sudah sesuai dengan standar dunia industri.

Dengan kerjasama ini, ungkap Arsyad, bertujuan menyiapkan SDM melalui program Pendidikan Sistem Ganda, menjalin kerjasama dalam rangka PKL dan pemagangan, memperkokoh link and match antara SMK dengan dunia kerja.

Juga membantu penyusunan bahan ajar, serta memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan. (Jon)