SMK TKM Purworejo Bentuk Konselor Remaja

    


Penandatanganan surat keputusan pembentukan Konselor Remaja di SMK TKM Purworejo, Senin (11/11/2019) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK TKM Purworejo, membentuk Konselor Remaja (Sebaya). Hal ini ditandai dengan penandatanganan surat keputusan tentang pembentukan Konselor Remaja di sekolah ini, Senin (11/11), yang ditandatangani oleh kepala SMK TKM Purworejo, Kepala DKK Purworejo dan Kepala Puskesmas Purworejo.

Konselor Remaja ini beranggotakan 30 siswa, yang sebelumnya telah, mengikuti kegiatan pembinaan Konselor Sebaya. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini, hasil kerjasama antara SMK TKM Purworejo, Puskesmas Purworejo, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

Selama empat hari, dari Senin (4/11) hingga Kamis (7/11), yang terbagi menjadi tujuh kali pertemuan, para perwakilan siswa ini diberikan pembekalan tentang kesehatan remaja, oleh pemateri dari Puskesmas Purworejo dan DKK Purworejo.

Materi yang diberikan, meliputi, gambaran remaja, tumbuh kembang remaja, kesehatan reproduksi remaja, IMS-HIV/AIDS, PKHS, gizi remaja, konsep gender, bahaya merokok dan NAPZA, seks dan kekerasan, tips menjaga diri dari perkosaan, koneksi dan teknik konseling, serta simulasi.

“Kami sangat berterima kasih, karena nantinya anak-anak kami menjadi bagian untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Kepala SMK TKM Purworejo, Ki Gandung Ngadino, SPd, Senin (11/11).

Ki Gandung punya prinsip, bahwa pusat pendidikan itu ada tiga, yakni, keluarga, masyarakat dan sekolah. Apabila semuanya berjalan, maka akan terjadi peningkatan SDM, sehingga menjadi SDM yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Dan salah satu untuk peningkatan karakter dan kesehatan ini, dengan konselor remaja (sebaya).

Kata Ki Gandung, siswa yang mengikuti bimbingan dan pembinaan Konselor Sebaya ini, bisa menyasar ke siswa lainnya, dengan menularkan pengetahuannya tentang kesehatan. Dalam hal ini, SMK TKM Purworejo juga melibatkan Koramil dan Polsek, dalam rangka peningkatan pendidikan karakter.

“Pendidikan itu tidak hanya otak saja. Tapi juga berkarakter, terampil, dan wawasannya luas,” ungkap Ki Gandung.

Ki Gandung berharap, siswa yang sudah mendapatkan bekal tersebut, bisa menjadi ujung tombak untuk memperluas dan menyampaikan pengetahuan tentang kesehatan, baik di sekolah maupun di lingkungannya.

Menurut Eny Widiarti, S, SiT, MKes, Kabid Pembiayaan dan Pelayanan Kesehatan dari DKK Purworejo, bahwa Konselor Remaja (Sebaya), merupakan kader yang dididik di sekolah-sekolah, dan disiapkan untuk memberikan fasilitasi, kaitannya dengan bidang kesehatan.

“Konselor remaja ini sudah diberikan berbagai materi dan pengetahuan yang ada kaitannya dengan kesehatan, khususnya kesehatan remaja,” jelas Eny.

Fungsi dari konselor remaja ini, jika ada suatu permasalahan, ujar Eny, supaya bisa diselesaikan lewat pertemanan (sebaya). Hal ini dikarenakan, remaja ini pada umumnya mempunyai jiwa yang labil, suka menyendiri, maupun susah diatur.

“Kalau sudah dibentengi dengan kesehatan yang kuat, maka kedepannya remaja ini akan menjadi remaja yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Eny. (Jon)