SMK PGRI 3 Denpasar Tarik Siswa dari Kegiatan Prakerin

    


Sidak Sekolah: Kadispora Provinsi Bali I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa bersama Wakasek Humas SMK PGRI 3 Denpasar I Nengah Karji - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – SMK PGRI 3 Denpasar menarik seluruh siswanya yang melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di sejumlah hotel dan restoran.

Keputusan itu dilakukan menyusul meluasnya isu covid-19 yang kemudian direspons oleh Pemprov Bali melalui Surat Edaran Gubernur tentang panduan pencegahan covid-19 di lingkungan Pemprov Bali. Salah satu poin yang ada yakni, menghindari kegiatan siswa yang melibatkan banyak orang.

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Nengah Madiadnyana menyatakan, siswanya telah menjalani Praktek Kerja Industri selama 3,5 bulan.

“Kalau dihitung masa prakerin yang sudah dijalani siswa, tinggal 15 hari lagi selesai. Sekarang semua ditarik kembali dan belajar di rumah masing-masing,” jelas Madiadnyana, Selasa 17 Maret 2020.

Madiadnyana menyadari keputusan pemerintah memberlakukan social distancing dibutuhkan untuk kepentingan yang lebih besar.

“Hanya pengumumannya mendadak. Tapi keputusan itu harus didukung oleh semua pihak,” jelasnya demikian.

Wakasek Humas SMK PGRI 3 Denpasar I Nengah Karji menambahkan, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui kepastian sampai kapan siswa dirumahkan dari mata pelajaran Prakerin. Pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan industri jika memang masa Siaga Darurat akan lebih panjang dari yang diperkirakan.

Menurut Karji, sertifikat Prakerin menjadi syarat mutlak kelulusan. SMK PGRI 3 Denpasar sendiri membagi Prakerin dalam 2 periode training yakni, semester ganjil dan genap.

“Kami tengah mengupayakan kepada industri dan berharap diberikan minimal empat bulan masa sertifikat Prakerin sesuai perjanjian sebelumnya. Karena sertifikat itu syarat mutlak untuk siswa,” kata Narji.

Untuk seluruh siswa yang kini telah ‘dirumahkan’ dari aktifitas tatap muka di sekolah, pihak sekolah memberlakukan belajar dengan sistem daring. Guru memberikan soal melalui aplikasi online dan mengabsen kehadiran siswa juga secara daring. (Way)