SMK PGRI 3 Denpasar Jalin dengan lebih dari 70 DUDI di Bali

    


I Nengah Madiadnyana - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Praktek Kerja Industri (Prakerin) memberikan umpan balik bagi siswa yang mengenyam pendidikansekolah kejuruan. Selain mampu menerapkan teori yang didapat di sekolah, siswa juga mendapatkan rangsangan untuk melakukan improvisasi dalam kegiatan dunia usaha dan dunia industri.

“Disana siswa juga belajar, kemampuannya lebih terasah karena langsung belajar dari kondisi nyata dalam kegiatan kerja. Seperti itulah siswa kami siapkan,” jelas Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana, Kamis, 4 Februari 2016.

Dengan jumlah siswa kelas XI mencapai 700 orang, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan lebih dari 70 dunia usaha dan industri (DUDI) kepariwisataan di Bali. Hasil studi luar sekolah itu dievaluasi untuk meningkatkan pola pengembangan pendidikan praktek yang diajarkan agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

“Contohnya, apa yang dilakukan di dunia usaha kita terapkan dalam praktek di sekolah sehingga terjadi click and match,” jelas Madiadnyana.

Dari Penelusuran Tamatan Siswa (PTS) terbaru sebelum kelulusan, tercatat 80 persen siswa SMK PGRI 3 Denpasar telah terserap di industri pariwisata di Bali. Sedangkan 20 persen dipastikan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

SMK PGRI 3 Denpasar menjadi kandidat sekolah rujukan nasional dan menjadi salah satu sekolah kejuruan faforit di Bali. Jumlah siswa disana mencapai lebih dari 2.000 orang dengan jumlah pendaftar setiap tahunnya selalu melbihi angka 1.000 orang calon siswa.

Mengantongi status calon sekolah rujukan nasional mengacu pada beberapa hal diantaranya, bersertifikat ISO 9001:2008 yang digunakan sebagai rujukan oleh sekolah aliansi. Selain itu, fasilitas yang dimiliki sekolah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Di Bali ada 21 sekolah kejuruan negeri dan swasta yang ditunjuk sebagai sekolah rujukan nasional, dari 15 ribu SMK yang ada di Indonesia.
 
 
way

Hits: 2