SMK PANSA Kutoarjo Raih Prestasi dalam Lomba Video Pendek dan Popda

oleh
Nur Fikri Mardiyanto, siswa kelas X TJKT SMK PANSA Kutoarjo, peraih juara 2 cabor Pencak Silat Popda Tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2023 jenjang SMA/SMK - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Prestasi membanggakan diraih SMK PANSA (Pancasila 1) Kutoarjo. Dalam Lomba Video Pendek dengan tema Iklan Layanan Masyarakat yang digelar dalam rangka Milad ke 6 Prodi Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Purworejo, Tim Pansa Movie berhasil menyabet juara 1.

Atas prestasinya ini, Tim Pansa Movie yang beranggotakan Gus Hanafi (XI TKRO C), Mansur Zaen (XI TKRO C), Wasfa Afanin (XI TBSM C), Reva Maulani (X L.Kes), Vito Andrianto (XI TP), Muhammad Rihadhatul Ais (XI TBSM C) dan Adelia Fajar Rahayu (X To.SM.D) berhak mendapatkan hadiah berupa piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Dijelaskan oleh Wahyuni, S.P., selaku pembina tim, dalam penilaian tim juri yang dilakukan Minggu (26/02/2023), timnya berhasil meraih juara 1, menyisihkan peserta lainnya. Dalam penilaian ini meliputi orisinalitas dan kreativitas, relevansi dengan tema, teknik produksi, narasi atau cerita, penyajian visual serta efektivitas pesan. Untuk pengumuman pemenang sendiri dilakukan Selasa (28/02/2023).

“Tim Pansa Movie mendapat apresiasi tersendiri dari juri dan penyelenggara, karena meskipun bukan berlatar belakang jurusan multimedia, namun bisa menghasilkan karya sebagus ini,” ungkap Wahyuni, Kamis (02/03/2023).

Wahyuni menyebut, dalam lomba tersebut timnya mengirimkan satu karya bertema Iklan Layanan Masyarakat dengan judul ‘Bijak Menggunakan Gadget’. Film pendek berdurasi 1 menit lebih ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang memberikan komen negatif pada sebuah berita di sosmed.

Tim Pansa Movie dari SMK Pancasila 1 Kutoarjo, berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Video Pendek yang digelar dalam rangka Milad ke 6 Prodi Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Purworejo - foto: Koranjuri.com
Tim Pansa Movie dari SMK Pancasila 1 Kutoarjo, berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Video Pendek yang digelar dalam rangka Milad ke 6 Prodi Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Purworejo – foto: Koranjuri.com

Karena kecanduan hp, menjadikan kegiatan keseharian si anak tidak fokus, yang digambarkan dengan ketika dia pesan es, malah gelas sebelahnya yang dia ambil untuk diminum. Ketika jalan dan bertabrakan dengan orang lain, dia tak menggubrisnya.

Adegan terakhir, kata Wahyuni, diisi dengan si anak yang jatuh dan tak sadarkan diri. Di saat itulah dia seperti bermimpi. Dalam mimpinya itu, dia dihakimi, karena komennya itu telah membuat orang lain sedih. Karena kecanduan HP, membuatnya dia tidak fokus dalam segala hal. Akhirnya si anak menjadi tersadar dan menghapus komennya itu.

“Pesan yang disampaikan, jangan sampai jarimu lebih cepat dari pikiranmu,” kata Wahyuni, sambil menjelaskan, bahwa video pendek tersebut pengambilan gambarnya dilakukan satu hari, dan para pemain serta sutradaranya dari siswa.

Dengan prestasi ini, menurut Wahyuni, membuktikan bahwa anak -anak jurusan otomotif bisa berkarya diluar bidang keahliannya.

“Harapannya dengan prestasi ini bisa memacu kreativitas anak-anak yang lain untuk berpartisipasi di setiap kesempatan yang ada, kemudian bisa menjadi semacam hobi yang bermanfaat. Hal ini bisa menjadi pilihan kegiatan yang positif, selain penggunaan gadget yang belakangan mulai meresahkan,” ujar Wahyuni.

Prestasi membanggakan lainnya, diraih Nur Fikri Mardiyanto, siswa kelas X TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi). Dia berhasil menjadi juara 2 dalam Popda Tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2023 untuk tingkat SMA/SMK pada Cabor Pencak Silat.

Atas prestasi ini, Septi Endah Parwati, M.Pd., Kepala SMK Pancasila 1 Kutoarjo merasa bangga. Menurutnya, di ajang Popda ini, sekolahnya mengikuti lomba pada cabor pencak silat,, voli dan sepakbola. Namun dari ketiganya, hanya pencak silat yang berhasil menorehkan prestasi.

“Dengan prestasi ini harapannya anak-anak bisa lebih bersemangat lagi dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang lain, supaya itu menjadi pemicu dan memberikan pengalaman. Kalau bisa meraih juara itu bonus. Yang paling utama adalah mereka bisa mendapatkan pengalaman dan melatih mental,” pungkas Septi sambil menyebut, sebagai bentuk penghargaan sekolah atas siswanya yang berprestasi ini, mereka akan mendapat reward berupa bea siswa prestasi. Film pendek karya Pansa Movie bisa dilihat di link: https://youtu.be/mcn76rgz9ns(Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News