SMK Kesehatan Purworejo Raih Juara Harapan 3 Lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional

    


Tim Karya Ilmiah Remaja SMK Kesehatan Purworejo yang beranggotakan Rizky Rachma Safitri (XI Farmasi 1), Dewi Khulasoh (XI Farmasi 1), dan Nurul Syamsiyah (XI Farmasi 1), berhasil meraih Juara Harapan 3 dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat Nasional - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMK Kesehatan Purworejo, berhasil meraih Juara Harapan 3 Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Tingkat Nasional, yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Madiun Merdeka pada bulan Oktober 2021 lalu.

Dalam LKIR tersebut, SMK Kesehatan Purworejo mengirimkan 3 tim, dengan fokus penelitian obat herbal antipiretik (demam) penderita Covid -19.

Dijelaskan oleh Galay Widhiasmoro, S.Pd.,Gr, selaku guru pembimbing, tim pertama mengembangkan penelitian tentang Wedang Uwuh Antipireti. Tim kedua mengembangkan penelitian tentang Teh Daun Pepaya, dan tim ketiga mengembangkan Teh kulit Rambutan.

“Dari 3 tim yang dikirimkan, 2 diantaranya berhasil lolos ke babak final,” ungkap Galay, Kamis (04/11/2021).

Dan tim ketiga, yang beranggotakan Rizky Rachma Safitri, XI Farmasi 1, Dewi Khulasoh, XI Farmasi 1, dan Nurul Syamsiyah dari XI Farmasi 1, berhasil meraih kategori Juara Harapan 3, yang mengadakan penelitian Teh Kulit Rambutan sebagai antipiretik.

Menurut Galay, dalam LKIR tingkat nasional tersebut, pada tahap satu diadakan seleksi yang diikuti puluhan sekolah. Dilanjutkan pada tahap kedua/ babak final, yang diikuti 15 tim. Pada tahap final yang dilaksanakan 28 Oktober 2021 ini, peserta mempresentasikan hasil penelitiannya.

“Total dalam periode 1 tahun ini, Tim ekstra KIR SMK Kesehatan Purworejo sudah menghasilkan 5 karya Ilmiah. Dari 5 karya tersebut, 4 karya ilmiah lolos sampai babak final di kompetisi tingkat nasional,” jelas Galay.

Atas prestasi anak didiknya itu, Nuryadin, S.Sos, M.Pd, selaku Kepala SMK Kesehatan Purworejo mengaku sangat bersyukur, meskipun hanya berhasil meraih juara harapan 3 dalam LKIR tingkat nasional.

“Ini akan menambah semangat bagi anak-anak yang lainnya untuk tetap berprestasi di SMK Kesehatan Purworejo,” ujar Nuryadin.

Dengan prestasi itu, menurut Nuryadin, ternyata SMK Kesehatan Purworejo mampu berbicara di level nasional, dan bisa mengalahkan sekolah-sekolah negeri maupun swasta favorit di Indonesia.

Nuryadin berharap prestasi tersebut mendapat respon positif dari masyarakat, sehingga di penerimaan siswa baru tahun depan akan menambah jumlah siswa di SMK Kesehatan Purworejo.

Karena memang, kata Nuryadin, di SMK Kesehatan Purworejo seluruh potensi siswa dikembangkan.

“Terima kasih kepada guru pembimbing dan anak-anak. Tentunya sekolah akan memberikan apresiasi tersendiri. Semoga berkah barokah dilimpahkan buat kita semua,” pungkas Nuryadin penuh syukur. (Jon)