SMK Kesehatan Purworejo Jamin Tamatannya Bisa Kerja sambil Kuliah

    


Nuryadin, S.Sos, saat sosialiasi kerja sambil kuliah di SMK Kesehatan Purworejo, bekerjasama dengan PT Pelita Kasih Utama, Sabtu (28/04/2018) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Lulusan SMK Kesehatan Purworejo dijamin akan mendapatkan pekerjaan, usai mereka lulus dari sekolah. Tak hanya itu, mereka juga dijamin bisa kerja sambil kuliah.

Jaminan itu disampaikan Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos, di hadapan para siswa kelas XII jurusan Keperawatan dan Farmasi, serta para orangtua/wali siswa, Sabtu (28/04/2018), dalam sosialisasi kerja sambil kuliah di aula setempat.

Dalam sosialisasi itu, SMK Kesehatan Purworejo bekerjasama dengan PT Pelita Kasih Utama dari Jakarta dan dihadiri oleh Suwandani sebagai direktur utamanya.

Dengan kerjasama melalui perusahaan pengarah tenaga kerja itu, ada jaminan, bahwa lulusan SMK Kesehatan Purworejo bisa langsung bekerja, dan sekaligus bisa melanjutkan kuliah dengan manajemen yang dimiliki PT Pelita Kasih Utama.

“Ini sebagai bentuk keseriusan kami, dan menjawab tantangan globalisasi, juga menjawab kegelisahan masyarakat, bahwa stok pengangguran di Indonesia itu, paling banyak dari lulusan SMK,” ujar Nuryadin.

Dengan profil lulusan SMK Kesehatan Purworejo yang simpatik, menarik, tenang, meyakinkan, anggun akhlaknya, dan unggul intelektualnya, Nuryadin yakin, lulusan SMK Kesehatan Purworejo akan mudah diterima di DUDI (dunia usaha dunia industri).

Apalagi, kata Nuryadin, setiap lulusan SMK Kesehatan Purworejo, selain mendapat sertifikat dari sekolah, juga mendapatkan sertifikat keahlian yang dikeluarkan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Itu artinya, keahlian mereka di bidangnya sudah diakui, baik secara nasional maupun internasional.

“Ini akan mempermudah lulusan kami dalam mencari pekerjaan. Kami tidak ingin, lulusan SMK Kesehatan Purworejo jadi pengangguran,” jelas Nuryadin.

Lebih jauh Nuryadin menjelaskan, lulusan SMK Kesehatan Purworejo yang sebelumnya sudah 80% tersalur di dunia kerja, khususnya di Jakarta. Sementara sisanya, ada yang kuliah, dan kerja sambil kuliah.

“Sengaja kita juga hadirkan orangtua disini, agar ada kesamaan visi dan misi. Sehingga ketika nanti sudah bekerja, akan terasa nyaman. Sosialisasi ini menjawab semuanya,” kata Nuryadin. (Jon)