SMK Kesehatan Purworejo Buka Pusat Studi Bahasa Korea

    


Perjanjian kerja sama antara SMK Kesehatan Purworejo dengan Korean Language Center Mugunghwa, Selasa (02/02/2021), menandai dibukanya Pusat Studi Bahasa Korea di SMK Kesehatan Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Kesehatan Purworejo, membuka Pusat Studi Bahasa Korea, yang ditandai dengan perjanjian kerja sama, antara SMK Kesehatan Purworejo dengan Korean Language Center Mugunghwa, Selasa (02/02/2021).

Penandatanganan MoU ini, dilakukan oleh Nuryadin, SSos, MPd, selaku Kepala SMK Kesehatan Purworejo, dengan Slamet, SPd, MPd, selaku Direktur Korean Language Center Mugunghwa, yang berkantor pusat di Jakarta, dengan disaksikan Bani Mustofa, MPd, Pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Propinsi Jateng, serta segenap tamu undangan lainnya.

Usai penandatanganan MoU Nuryadin mengungkapkan, bahwa kegiatan tersebut diadakan dalam rangka untuk meningkatkan peran ataupun mengoptimalkan potensi SMK Kesehatan Purworejo yang sudah terakreditasi A unggul.

“Kita harus mempertanggungjawabkan atas nilai tersebut, bahwa nilai itu kita dapat tidak hanya sekedar ecek-ecek, tapi betul-betul itu sesuai dengan realitas potensi yang kita miliki,” kata Nuryadin.

Kerjasama tersebut, menurut Nuryadin, juga dilakukan dalam rangka untuk menyiapkan ataupun menghadapi era globalisasi bahwa persaingan sekarang tidak hanya dengan dalam negeri tetapi dengan orang luar negeri.

“Sehingga anak-anak harus siap kerja, tidak hanya di dalam, tapi di luar negeri,” ujar Nuryadin.

Bandara internasional YIA, kata Nuryadin, sudah beroperasi. Sehingga anak-anak Purworejo harus bisa mengoptimalkan bandara itu, dengan tidak hanya sebagai penonton naik turunnya pesawat itu di bandara, tanpa pernah menikmatinya. Salah satunya, mereka harus bekerja ke luar negeri.

Sebentar lagi, kata Nuryadin, usia SMK Kesehatan Purworejo memasuki 7 tahun. Salah satu upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat, dengan memberikan jaminan penempatan kerja ke luar negeri, terutama ke Korea bagi para alumni.

“Kita berharap nanti materi Bahasa Korea ini bisa kita terapkan sebagai ekstra, atau bagian dari mata pelajaran wajib sebagai muatan internasional,” ungkap Nuryadin.

Hal ini, menurut Nuryadin, akan dikaji lebih mendalam lagi 5 -6 bulan ke depan, karena penerapan bahasa Korea ini akan diberlakukan mulai tahun pelajaran baru 2021/2022. Nantinya akan digelar workshop, dengan mengundang pihak-pihak terkait.

Tapi yang jelas, kata Nuryadin, payung hukumnya sudah ditandatangani, sehingga sah secara hukum. Sehingga kerjasama ini nantinya akan bisa berjalan utuh, karena didukung oleh semua pihak, baik dari civitas akademika, pemerintah, yayasan, maupun masyarakat.

“Bangsa Indonesia harus bisa bersaing dengan bangsa lain. Motto SMK di Indonesia itu, SMK Bisa, SMA Hebat,” kata Nuryadin.

Dalam kesempatan tersebut, Bani Mustofa menyampaikan apresiasi kepada SMK Kesehatan Purworejo yang telah melaksanakan MoU tentang pembukaan pusat studi bahasa Korea, dengan Korean Language Center Mugunghwa.

“Dengan kerja sama ini, nantinya akan semakin membuka kesempatan bekerja bagi lulusan SMK Kesehatan Purworejo, khususnya ke luar negeri,” ujar Bani Mustofa. (Jon)