SMAN 1 Denpasar Pastikan Tak Ada Kendala Persiapkan UNBK

    


Salah satu ruang UNBK di SMA Negeri 1 Denpasar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMA Negeri 1 Denpasar siapkan 200 komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), 4-12 April mendatang. Kebutuhan komputer di sekolah eks RSBI itu sebanyak 195 namun pihak sekolah juga menyiapkan backup 5 unit komputer sebagai antisipasi.

Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, I Nyoman Purnajaya mengatakan, persiapan teknis sudah dilalui dan sekarang tahap persiapan sinkronisasi server lokal dengan server pusat. Direncanakan semua persiapan sudah selesai di awal Februari.
“Sekarang pengembangan untuk server tambahan. Kami punya 5 ruang kelas dengan masing-masing satu server. Jadi jumlah server keseluruhan ada 5 yang terpakai dan 1 server cadangan,” terang Nyoman Purnajaya, Jumat, 15 Januari 2016.

Pihaknya juga sudah menyiapkan tenaga proctor dan teknisi handal untuk mensukseskan jalannya ujian CBT nanti.
Proctor bertugas di dalam ruangan ujian dan bergerak secara dinamis untuk memantau siswa peserta UN. Sedangkan teknisi dalam satu sekolah dibutuhkan satu orang untuk mengatasi kendala teknis komputerisasi.

Persiapan penyusunan ruang UNBK di SMA Negeri 1 Denpasar terlihat dilakukan sangat detail dengan mempertimbangan berbagai hal. Setting ruangan dilakukan secara rapi dengan kabel penghubung antar PC dan server diatur sedemikan rupa agar tidak tersandung.

Dari lima ruangan yang digunakan untuk UNBK, sampai saat ini, baru satu ruang yang dipastikan sudah siap. Menyusul empat ruangan lainnya yang direncanakan selesai di awal Februari. Secara teknis, menurut Purnajaya, kemampuan perangkat komputer yang dimiliki sekolah telah sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

Daya listrik yang ada di sekolah itu melebihi dari kecukupan penggunaan 195 komputer pada saat UNBK dilaksanakan.
“Kemampuan listrik kami sebesar 80.000 kwh, lebih dari cukup untuk mensuplai tegangan saat pelaksanaan UNBK. Tapi nanti kita cadangkan lagi dengan genset jika sewaktu-waktu ada gangguan dari PLN,” jelas Purnajaya.

Sementara, Rudi, seorang teknisi UNBK di SMA Negeri 1 Denpasar mengatakan, pihaknya akan terus bekerja maksimal sampai pelaksanaan ujian nasional nanti.

“Ini lebih rumit daripada Uji Kompetensi Guru, jadi kami harus mempersiapkan sejak awal dengan berbagai pertimbangan termasuk uji coba server maupun komputer. Sampai saat ini tidak ada masalah karena sudah kita lakukan uji coba dengan simulasi beberapa waktu lalu,” jelas Rudi.
 
 
way

Hits: 7