Siswa SMPN 34 Purworejo Divaksin

    


Pelaksanaan vaksinasi di SMPN 34 Purworejo, Sabtu (18/09/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bekerjasama dengan pihak Puskesmas, Koramil Grabag dan Polsek Grabag, SMPN 34 Purworejo mengadakan kegiatan vaksinasi, Sabtu (18/09/2021), yang dimulai dari jam 08.00 WIB.

Vaksinasi ini ditujukan untuk semua siswa dari kelas VII, VIII dan IX, dengan jumlah keseluruhan 574 siswa. Namun dalam pelaksanaannya, tidak semua siswa bisa divaksin.

“Karena ternyata ada beberapa diantaranya yang usianya belum ada 12 tahun, dan tidak lolos skreening,” ujar Kepala SMPN 34 Purworejo, Kasinah, SPd, MPd, saat memantau jalannya vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi jenis Sinovac ini, diatur dengan sebuah jadwal, melibatkan sekitar 20 nakes, 4 Vaksinator, dan dilakukan dengan tetap mengedepankan prokes.

Tujuan dari vaksinasi, menurut Kasinah, agar anak-anak bisa terhindar dari Covid-19. Jika sudah divaksin dan suatu saat terpapar, gejalanya tidak berat. Setelah divaksin, Kasinah berharap pembelajaran tatap muka secara penuh segera bisa dilaksanakan.

“Dalam vaksinasi ini juga ada titipan peserta vaksin dari SMPN 10 dan SMPN 38 Purworejo,” ungkap Kasinah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala UPT Puskesmas Grabag, dr Utomo Budi Santoso menjelaskan, dalam vaksinasi tersebut disediakan sekitar 600 dosis.

“Ada beberapa siswa yang belum bisa divaksin karena usianya dibawah 12 tahun, sakit, dan tekanan darahnya lebih dari 180,” jelas Utomo.

Menurut Utomo, vaksinasi merupakan salah satu upaya didalam mengatasi pandemi. Diharapkan masyarakat terbentuk anti body secara buatan.

Jadi, kata Utomo, nantinya pemerintah diharapkan mempunyai target paling tidak 75-80 persen warga tervaksinasi, sehingga terbentuk komunitas kelompok/ herd immunity.

Dengan terbentuknya herd immunity, apabila terkena Covid-19, gejalanya mungkin minimal, atau mungkin malah tidak bergejala.

“Itu salah satu upaya untuk mengurangi angka kematian dan mungkin juga mengurangi angka kesakitan. Makanya vaksinasi diutamakan lansia dan yang punya penyakit komorbid,” pungkas Utomo. (Jon)