Siswa SMK YPP Purworejo Juara Internasional Pencak Silat

    


Gilang Riski Hamsah, peraih juara satu dalam International Open Tournament Pencak Silat Bali International Championship 1 2019, bersama Ahmad Kamdani, Kepala SMK YPP Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Prestasi membanggakan diraih Gilang Riski Hamsah (17), siswa kelas XII TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listrik) SMK YPP Purworejo. Gilang, berhasil menyabet juara satu, dalam International Open Tournament Pencak Silat Bali International Championship 1 2019.

Dalam turnamen pencak silat tingkat dunia yang diikuti oleh beberapa negara itu, Gilang meraih juara satu Tanding Putra Tingkat SMA/MA/Sederajat. Kejuaraan ini sendiri berlangsung dari tanggal 26 – 28 Juli 2019, di GOR Lila Bhuana Bali. Atas prestasinya itu, Gilang mendapatkan medali emas dan piagam penghargaan.

“Alhamdulillah, Gilang yang mewakili sekolah bisa meraih juara satu di kejuaraan pencak silat tingkat internasional,” ujar Ahmad Kamdani, MPd, Kepala SMK YPP Purworejo, Kamis (1/8).

Prestasi yang diraih Gilang ini, kata Kamdani, tak lepas dari peran guru pembina pencak silatnya, Fajar Hadiyanto, SPd, dan sang pelatih, Muhammad Ali Masudin. Gilang sendiri, dari Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih.

Kamdani mengaku sangat bangga dengan prestasi anak didiknya itu, karena telah mengangkat nama baik sekolah, juga daerah. Atas prestasinya itu, Gilang mendapatkan hadiah dan reward bebas biaya pendidikan selama satu tahun.

“Semoga menjadi prestasi yang terbaik di SMK YPP, dan bisa memacu siswa lainnya untuk berprestasi, di bidang apapun. Kunci dari kesuksesan ini, kedisiplinan,” kata Kamdani, yang menyambut kedatangan Gilang dengan sebuah upacara penyambutan.

Dijelaskan oleh Kamdani, puncak prestasi yang diraih Gilang ini, juga melalui proses dan perjuangan yang berat. Beberapa kejuaraan pencak silat, baik tingkat daerah maupun nasional pernah diikutinya. Prestasi terbaiknya sebelum menjadi juara dunia, Gilang meraih juara satu dalam kejuaraan pencak silat tingkat nasional, Yogyakarta Championship 4 tahun 2018.

Harapan, kata Kamdani adalah doa. Pada saat Gilang meraih juara satu tingkat nasional, Kamdani sangat berharap, Gilang bisa berprestasi di tingkat yang lebih tinggi lagi (internasional). Dan harapan itu kini menjadi kenyataan.

“Dari sekolah selalu mensuport dan memfasilitasi bagi siswanya yang akan maju di lomba/kejuaraan apapun,” ujar Kamdani.

Gilang, merupakan putra pertama dari lima bersaudara pasangan Juremi dan Ida Susanti. Warga Desa Sumberejo, RT 1 RW 3, Purwodadi ini, menggeluti pencak silat sejak kelas satu SMP. Pemegang sabuk Balik satu ini, mengaku berlatih secara intensif dua bulan sebelum kejuaraan.

Pada pertandingan yang dijalaninya, dengan empat bagan pertandingan, pada sesion pertama Gilang berhasil meng KO lawannya dari Bima, NTB, hanya dalam hitungan detik. Gilang menang teknik. Dan pada pertandingan selanjutnya, Gilang unggul atas lawannya dari Jakarta, dan mengantarnya menjadi juara.

“Setiap kali ada event kejuaraan pencak silat, selalu ikut. Alhamdulillah, ini prestasi terbaik saya,” ujar Gilang bangga. (Jon)