Siswa SMK Kesehatan Purworejo Ikuti Pembekalan Praktek Kerja

    


Para siswa SMK Kesehatan Purworejo, saat mengikuti pembekalan persiapan praktek kerja lapangan di STIKES Surya Global Yogyakarta, dari Rabu (14/2) hingga Kamis (15/2) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 115 siswa kelas XI SMK Kesehatan Purworejo dari jurusan keperawatan dan farmasi, ikuti pembekalan persiapan praktek kerja lapangan selama 2 hari, dari Rabu (14/2) hingga Kamis (15/2). Pembekalan berlangsung di STIKES Surya Global, Yogyakarta.

Materi dari pembekalan, meliputi kepemimpinan, front office, serta manajemen rumah sakit dan apotik yang baik di era globalisasi. Demikian dijelaskan Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos.

“Adanya program pembekalan inilah yang membedakan SMK Kesehatan Purworejo dengan SMK lainnya,” ujar Nuryadin, Senin (19/2).

Pembekalan itu sendiri, kata Nuryadin, sebagai bentuk keseriusan pihak sekolah dalam mempersiapkan siswanya sebelum menjalani PKL di apotik, rumah sakit, maupun puskesmas.

Dipilihnya STIKES Surya Global, selain sudah ada kerjasama sebelumnya, juga karena SDM nya mumpuni, serta di sekolah ini ada jurusan keperawatan, farmasi, serta manajemen rumah sakit yang sangat mendukung.

“Ibaratnya, mereka ini digodok di kawah candradimuka. Tujuannya, untuk menjaga kwalitas, serta memperkenalkan dunia pendidikan tinggi pada siswa, sehingga ada wacana nantinya mau melanjutkan kemana,” terang Nuryadin.

Usai menjalani pembekalan di STIKES Surya Global Yogyakarta, lanjut Nuryadin, para siswa akan menjalani pembekalan di tingkat sekolah selama dua hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan test dan sumpah profesi, untuk farmasi dan keperawatan.

Pengambilan sumpah direncanakan tanggal 3 Maret mendatang oleh Asnakes (Asosiasi Tenaga Kesehatan) Indonesia. Adanya sumpah profesi ini, kata Nuryadin, merupakan bagian dari protap dan aturan dari Persemki (Persatuan SMK Kesehatan Indonesia), bahwa siswa kelas XI SMK Kesehatan wajib menjalani sumpah profesi sebelum diterjunkan ke lapangan.

Hal itu, ujar Nuryadin, tak jauh beda dengan sumpah profesi dokter atau profesi lainnya, sebelum diterjunkan di lapangan. Karena nantinya bersentuhan langsung dengan masyarakat, mereka akan siap dengan resiko hukumnya.

“Ini tidak main-main, karena berurusan dengan obat dan alat kesehatan, serta nyawa, sehingga tanggungjawabnya sangat berat. Itulah kenapa, sumpah profesi wajib dilakukan,” jelas Nuryadin.

Setelah diambil sumpah profesi, para siswa kelas XI ini akan melaksanakan PKL selama 3 bulan, di apotik, rumah sakit, maupun puskesmas di wilayah Purworejo.

“PKL merupakan bagian dari kurikulum, dan wajib dilaksanakan, untuk mengaplikasikan ilmu (teori) yang selama ini didapat di sekolah, dengan praktek di lapangan,” jelas Nuryadin lebih jauh. (Jon)