Sistem Peringatan Dini Longsor Besutan Indonesia Diakui Internasional

    


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei berada di Plenary Meeting ISO Sydney, Australia, Jumat, 16 Maret 2018 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Sistem peringatan dini longsor (LEWS) yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dipublikasikan sebagai ISO 22327.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, LEWS diuji coba di 150 lokasi di Indonesia. Kemudian sistem ini dikembangkan untuk mendapakan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan akhirnya ditetapkan pada tahun 2017.

“Sistem peringatan dini yang baik tidak hanya pada peralatan yang berdiri sendiri, tapi pada akhirnya sistem tersebut dapat saling terkait sebagai sistem peringatan dini yang efektif,” jelas Willem, Jumat, 16 Maret 2018.

Proses panjang untuk mendapatkan ISO sejak 2014, kata Willem tidak terlepas dari inisiatif dan upaya bersama BNPB, Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan UGM.

Dikatakan Willem, lebih dari 40 juta masyarakat di 274 kabupaten/kota di Indonesia terpapar bahaya longsor. Di Indonesia, longsor menjadi bencana paling mematikan.

Sekretariat ISO TC 292 yang menangani Security and Resilience merilis pernyataan terkait sistem peringatan dini longsor yang dikembangkan Indonesia di kantor Standarisasi Australia, Syndey, Jumat, 16 Maret 2018. (*)

Hits: 0