Siapkan Diri Jadi STIKES, Akper Pemkab Purworejo Rekrut 5 Dosen

    


Akper Pemkab Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Akper Pemkab Purworejo, dipastikan akan berubah menjadi STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan), dan kini tengah berproses. Menuju ke perubahan itu, kini Akper Pemkab Purworejo tengah mempersiapkan diri.

Setelah secara fisik sudah siap, yakni administrator perkantoran beserta kelasnya sudah lengkap, juga laboratorium yang beberapa waktu lalu sudah diresmikan, kini menyiapkan diri dengan merekrut lima dosen dan satu tenaga kependidikan.

Menurut Direktur Akper Pemkab Purworejo, Wahidin, S.Kep, Ns, M.Kes, perekrutan tersebut dalam rangka persiapan untuk mengisi sumber daya manusia (SDM) dari Prodi baru yang akan dibentuk, yakni S1 Administrasi Kesehatan.

“Jadi, SDM ini kita butuh standar minimalnya 5 untuk pengajuan dosen, serta satu tenaga kependidikan untuk di laboratoriumnya,” jelas Wahidin, Senin (16/11/2020).

Saat ini, kata Wahidin, Akper Pemkab Purworejo memang sudah punya Prodi D3, yang sudah terakreditasi B. Dengan pengajuan perubahan bentuk menjadi STIKES, syaratnya harus ada S1 kesehatan. Akhirnya dipilih Prodi S1 Administrasi Kesehatan.

Perubahan bentuk dari Akper menjadi STIKES ini, ungkap Wahidin, menjadikan nama lembaganya juga berubah. Dari kesepakatan bersama antara pembina, ketua yayasan dan pengurus beserta civitas akademika dan senat, namanya akan berubah menjadi STIKES Pemkab Purworejo.

“Progresnya, kami sudah koordinasi dengan pihak terkait termasuk LLDIKTI yang nanti akan mengeluarkan rekomendasi itu. Kalau tidak ada revisi dan sebagainya 3 bulan ijin itu sudah bisa keluar,” kata Wahidin.

Di tahun ajaran baru 2021 mendatang, menurut Wahidin, Prodi S1 Administrasi Kesehatan ini sudah bisa dimulai. Gebrakan pertama yang akan dilakukan Akper Pemkab Purworejo, dengan menyediakan banyak beasiswa terkait dengan itu, untuk kemudian bisa rekrutmen Prodi baru ini untuk anak-anak yang minat kesehatan.

“Mungkin nanti kami kerjasama dengan lembaga-lembaga masyarakat seperti Pesantren, atau lembaga organisasi masyarakat lainnya. Kita berikan kemudahan, sehingga mereka bisa kuliah,” ujar Wahidin.

Proyeksi ke depannya setelah menjadi STIKES, kata Wahidin, akan diajukan lagi prodi baru, yaitu profesi keperawatan, S1 Keperawatan.

“Sesuai pesan para pendiri, supaya Akper ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Purworejo, agar mereka tidak jauh-jauh kuliah ke Jogja atau ke luar kota,” kata Wahidin.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk lowongan tenaga pengajar atau dosen ini, antara lain, pria/wanita sehat jasmani dan rohani, lukisan S2 Kesehatan (M.Kes/M.K.M/M.P.H), serta usia maksimal 35 tahun.

Untuk tenaga kependidikan, syaratnya antara lain, pria/wanita sehat jasmani dan rohani, IPK minimal 3,5, usia maksimal 27 tahun, berpengalaman kerja di rumah sakit minimal satu tahun dan diutamakan alumni Akper Pemkab Purworejo.

“Lamaran diantar langsung ke Sekretariat Akper Pemkab Purworejo, dan kita tutup akhir November 2020,” pungkas Wahidin. (Jon)