Siapkan Dana Puluhan Miliar, 8 Gedung Baru Akan Dibangun Pemkab Purworejo

    


Ir. Suranto, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemkab Purworejo, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), telah menyiapkan dana puluhan miliar, untuk pembangunan delapan gedung baru di lingkungan Pemkab, di tahun 2020 ini.

Kedelapan gedung baru ini, pembangunan pasar Purworejo di lokasi tanah bengkok, belakang kantor Kelurahan Purworejo, dengan anggaran Rp 39,4 miliar, kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) dan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Dindikpora) di lingkungan Setda Purworejo, yang akan dibangun 3 lantai.

“Kita siapkan anggaran Rp 12 miliar. Rencananya, lantai satu untuk pelayanan perijinan kantor Dinas DPMPTSP, lantai dua dan tiga untuk kantor Dindikpora. Untuk kelengkapan gedung, akan dilanjutkan tahun 2021,” jelas Ir Suranto, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo, Kamis (9/1).

Pemkab, kata Suranto, juga akan membangun 5 kantor kelurahan yang ada, yakni, kantor Kelurahan Kedungsari dan Tambakrejo di Kecamatan Purworejo, kantor Kelurahan Kledung Kradenan di Kecamatan Banyuurip, dan kantor Kelurahan Bandungrejo dan Bayem di Kecamatan Kutoarjo, dengan anggaran masing-masing Rp 2 miliar. Kantor Kecamatan Bruno juga akan dibangun, dengan anggaran Rp 3 miliar.

Dijelaskan pula oleh Suranto, bahwa pembangunan pasar Purworejo, sebagai pasar pengganti atau pemindahan pasar Suronegaran yang saat ini masih ngontrak di lahan milik PT KAI, yang perpanjangan kontraknya sampai 2021. Direncanakan, Pasar Purworejo dibangun dengan kapasitas 1.000 kios dan los PKL, untuk menampung para pedagang di pasar Suronegaran.

“Pemkab juga tengah menyiapkan anggaran untuk pembangunan fisik jalan kabupaten,” ungkap Suranto.

Anggaran itu, akan dipergunakan untuk perbaikan kerusakan jalan dengan intesitas rusak berat. Adapun jalan rusak ringan dan mempertahankan jalan kondisi baik, akan dilakukan dengan anggaran pemeliharaan.

Untuk perbaikan jalan rusak berat, menurut Suranto, telah disiapkan anggaran sebesar Rp 18 Miliyar. Juga masih ada alokasi anggaran lain, dari DAK pusat, dan propinsi, yang akan digunakan untuk perbaikan gedung, jalan dan sarana lain.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan atau menyusun Sistem Informasi Rencana Pembangunan untuk kesiapan pembangunan di tahun 2020 ini,” terang Suranto.

Lebih jauh Suranto menjelaskan, untuk tahun 2019, pencapaian target pekerjaan fisik pada dinas yang dipimpinnya, mencapai seratus persen. Sementara untuk serapan keuangannya, mencapai 97,3 persen.

“Karena, kegiatan kita kontraktual melalui penyedia barang dan jasa, sehingga ada sisa tender dan menjadi SILPA. Dan itu dikembalikan ke kas daerah,” jelas Suranto.

Suranto kembali menegaskan, untuk tahun 2019, semua pekerjaan fisik di bidang Bina Marga, Cipta Karya, SDA, dan bantuan keuangan dari propinsi yang dikelola bidang perencanaan teknis dan pengembangan, bisa diselesaikan sesuai waktu kontrak yang telah disepakati kedua belah pihak. (Jon)