Siap Bersaing, Desa Wisata di Yogya ini Launching Portal Promosi

    


Launching portal promosi desa wisata Pucungrejo Yogyakarta - foto: Lanjar Artama/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta memberikan penghargaan kepada warga Desa Pucung Wukirsari yang telah menghibahkan sebagian tanahnya untuk pengembangan desa wisata Pucungrejo. Desa Pucung Wukirsari dinilai berhasil mengembangkan potensi lokal hingga memberikan penghasilan bagi masyarakat.

“Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi (IT) sangat bermanfaat bagi media promosi dan informasi masyarakat. Demikian halnya bagi desa wisata dalam menyampaikan informasi,” kata Aris Riyanta membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sri Sultan menilai, revolusi teknologi dan internet yang mudah diakses di mana saja menjadikan internet sebagai media yang tepat untuk memberikan informasi kepada siapapun.

”Saya memberikan apresiasi yang tinggi serta menyambut dengan baik peluncuran website desa wisata Pucungrejo sehingga nantinya Pucungrejo akan semakin dikenal dan ramai dikunjungi wisatawan. Karena, dengan adanya web ini wisatawan akan dengan mudah mendapatkan segala informasi terkait potensi wisata Pucungrejo,” imbuhnya.

Peluncuran website Pucungrejo yang beralamat di www.wisatapucungrejo.com ditandai dengan pemukulan gong oleh KPH Wironegoro didampingi kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta serta Kepala Seksi Kemitraan dan Promosi Disbudpar Bantul, I Nyoman Yudiriani mewakili Kepala Disbudpar Bantul, Bambang Legowo.

Aris Riyanta memberikan pendapat, ada empat hal yang menjadi bagian keberhasilan pengelolaan pariwisata antara lain, kemudahan akses, kenyamanan, adanya akomodasi serta adanya akselerasi kelembagaan dan sumber daya manusia.

”Wisatawan juga akan menyukai ketersediaan akomodasi dan fasilitas yang tersedia di sekitar obyek wisatawa. Adanya home stay menambah kenyamanan tersendiri bagi pengunjung,” kata Aris.

Desa wisata Pucungrejo akan dilengkapi dengan kolam renang dan waterboom. Bahkan Pokdarwis Pucungrejo juga memimpikan adanya kereta gantung seperti desa wisata yang ada di Malang.
 
 
Lanjar