Shio Bernasib Baik dan Buruk di Tahun 2019, Anda Masuk yang Mana?

    


Suhu Yos Samar, ahli matematik metafisik dari Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Berdasarkan penghitungan ilmu matematik metafisik, hasil perpaduan ilmu Cina-Jawa, tahun 2019 memiliki shio Babi Air Tanah, yang dimulai 5 Februari 2019, hari Selasa Legi, yang artinya, manusia tertinggi. Ini sama dengan hari tahun Masehi, 1 Januari 2019, yang juga Selasa Legi.

Tahun 2019 berada di naungan Iblis Bumi (kekuasaan). Jika disimpulkan, maka tahun ini merupakan arena pertarungan kekuasaan yang memperebutkan posisi-posisi tertinggi, yang ditempati orang-orang hebat. Unsur tanah di bumi melambangkan kekuasaan dan menyerap unsur air dari langit, yang berarti kekuasaan yang subur.

“Intinya, di tahun 2019 ini untuk meningkatkan pengaruh kekuasaan perlu naik tanah yang tinggi, misalnya gunung atau petilasan-petilasan, atau lokasi yang dinilai tinggi secara kasepuhan, misal, makam raja-raja,” ungkap Suhu Yos Samar, ahli matematik metafisik dari Purworejo, Selasa (12/2).

Dalam suatu pertarungan kompetisi perebutan kekuasaan, menurut Suhu Yos Samar, bila dilihat dari peringkat rejeki 2019 ini, yang peringkatnya lebih kecil, lebih punya kans untuk menang.

“Dari 60 macam unsur shio, ada yang bernasib baik dan buruk di tahun 2019 ini,” terang Suhu Yos Samar.

Shio yang memiliki peringkat rejeki terbaik, jelas Suhu Yos Samar, yang lahir di tahun: 1960, 2000, 2008, 1996, 1970, 1988, 1976, 1984, 1961, 1958, 1971, 2011, 1991, 2006, 1964. Yang rejekinya kurang baik/buruk, yang lahir tahun: 1953, 1965, 1977, 1989, 1992, 2001, 1993, 2004, 1962, 2005.

Dijelaskan lebih jauh, dalam memperoleh rejeki, shio Babi ada sedikit halangan, shio Kerbau ada pengaruh alam halus, shio Macan ada sakit jasmani, shio Kelinci ada rugi materi, shio Kambing ada sedikit musibah, shio Anjing aman. Shio yang sulit rejekinya, shio Tikus tapi aman, shio Kuda tapi aman, shio Monyet ada sulit keuangan, shio Ayam ada pusing susah.

Bagi yang bershio Ular, Macan, dan Monyet, perlu ruwatan buang sial, nglarung pakaian bekas di tempuran sungai. Cara mudah lain menarik rejeki bagi yang merasa kesulitan, dengan melepas ikan-ikan kecil di sungai, minimal 300 ekor.

“Kekuasaan atas tanah juga berarti rakyat, jadi bagi calon-calon pemimpin, perlu sekali menarik hati rakyat/merakyat. Satu yang perlu sekali diingat, untuk tahun ini ‘ojo nggampangke’, serta perlu menghargai leluhur dan alam,” pungkas Suhu Yos Samar. (Jon)