SFCG Indonesia Gandeng Jurnalis Bali Gelar Pelatihan Perspektif Gender

    


Pelatihan Perspektif Gender dalam Jurnalisme yang diadakan Search for Common Ground (Search) Indonesia dengan peserta puluhan jurnalis yang ada di Bali pada 15-16 Agustus 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Perspektif gender dalam jurnalisme menjadi tema yang dibahas oleh Search for Common Ground (Search) Indonesia dalam pelatihan jurnalisme di Hotel Haris Tuban.

Pelatihan tersebut melibatkan puluhan jurnalis di Bali. Trainer Bahrul Wijaksana menjelaskan, isu gender menjadi persoalan yang menarik untuk dicermati.

Terutama untuk kalangan media, Bahrul Wijaksana yang akrab disapa Uung ini mengatakan, isu gender sangat penting dipahami untuk menghasilkan pemberitaan yang mendukung kesetaraan gender.

“Ini bukan tugas kementerian saja, jurnalis juga punya peran penting dalam mendukung gerakan dan perubahan,” jelas Uung, Kamis, 15 Agustus 2019.

Terutama untuk gender perempuan, saat ini masih berada pada posisi kedua dan cenderung menjadi korban kekerasan. Dalam konteks kekerasan terhadap perempuan, pemberitaan yang ada cenderung menyudutkan korban perempuan.

“Dalam periode berikutnya, perempuan menjadi blame victim. Mereka sudah tertimpa tangga dan kembali tertimpa tangga karena pemberitaan yang cenderung menyalahkan korban,” jelas Uung.

Amanda Siddharta dalam narasinya pada pelatihan itu mengungkapkan, perspektif gender merupakan cara pandang yang sensitif terhadap persoalan sosial, ekonomi, politik maupun budaya yang dialami perempuan maupun minoritas gender lainnya.

Pemilihan diksi untuk judul berita terkadang memberikan makna sebagai blame victim.

“Banyak judul berita sering kita temui seperti diksi ‘perempuan cantik’ untuk berita kasus kekerasan perempuan misalnya, menciptakan gambaran fisik korban perempuan menjadi blame victim,” terang Amanda.

Selain itu, kata Amanda, pola pikir patriarkis membuat media seringkali memberitakan kasus asusila dengan tujuan meraih banyak pembaca, tanpa mempertimbangkan perspektif gender maupun korban.

Pelatihan Perspektif Gender dalam Jurnalisme digelar selama 2 hari pada 15-16 Agustus 2019. Pelatihan tersebut juga diisi sesi latihan untuk mengakomodasi para peserta dalam
menghasilkan berita dengan perspektif gender. (Way)