Setelah Proses 20 Tahun, Anjing Kintamani Bali Resmi Diakui Dunia

    


Ketua Indonesia Kennel Klub (IKK) Benny Kwok Wie Sioe bersama Gubernur Bali I Wayan Koster menyerahkan sertifikat pengakuan dunia anjing Kintamani - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Setelah menunggu selama 20 tahun, anjing Kintamani akhirnya diakui sebagai oleh Federation Cynologique Internationale (FCI) sebagai ras dunia yang merupakan plasma nutfah anjing trah lokal Bali.

Sertifikat pengakuan diserahkan oleh FCI kepada Indonesia Kennel Klub (IKK) pada 20 Februari 2019. Ketua IKK Benny Kwok Wie Sioe dalam keterangan pers bersama Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, pengakuan itu bukan saja membanggakan organisasi maupun Pemrov Bali, tapi juga masyarakat Indonesia.

“Perjalanan ini sangat panjang dan sulit, butuh waktu 20 tahun dan melibatkan tenaga ahli, scientist dan kinologi di Indonesia, sampai akhirnya kita punya anjing trah pertama di Indonesia,” jelas Benny Kwok di gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Sabtu, 13 April 2019.

Selama proses pengajuan ke FCI, kata Benny, dibutuhkan 2.000 anjing Kintamani dari 8 generasi. Namun persyaratan itu, menurutnya dapat dilalui sampai mendapatkan rekognisi dari Federation Cynologique Internationale yang ditandatangi langsung oleh FCI Executive Director Y. Dr Clercq.

“Tidak ada komplain sama sekali dari FCI. bagi insan kinologi, saya ucapkan terimakasih, bapak Suntono sebagai pelopor anjing kintamani yang sudah berjuang tanpa lelah,” jelas Benny.

Dengan adanya pengakuan tersebut, Anjing Kintamani Bali berhak mengikuti sejumlah kompetisi dan show anjing tertentu di tingkat internasional.

Selain itu, dokumen kelahiran dan silsilah setiap Anjing Kintamani Bali juga ditandai dengan logo FCI.

Sementara, Gubernur Koster menyatakan rasa gembira dan bahagia atas pengakuan dunia internasional tersebut. Apalagi pengakuan tersebut merupakan kali yang bagi anjing asli Indonesia.

“Sebagai orang Bali saya sangat bangga atas apresiasi yang kita terima dari dunia internasional ini,” ujar Koster.

“Ini menunjukkan bahwa dunia internasional mengakui bahwa Bali memiliki anjing trah asli dengan kualitas tinggi dan layak mengikuti kompetisi-kompetisi bergengsi di level nasional maupun internasional,” tambahnya.

Menurut Koster, pengakuan itu harus jadi motivasi masyarakat Bali untuk melestarikan dan mengembangkan satwa maupun tanaman endemik asli Bali. (Way)