Setelah Disidak, Bali Layak Gelar Putaran II BRI Liga 1, Dirut Operasional PT LIB Bilang Begini

    


Direktur Operasional PT LIB Sudjarno - foto: Yan Daulaka

KORANJURI.COM – Operasional sepakbola nasional berbendera PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan empat venue (lapangan) di Bali sangat layak menggelar lanjutan putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022.

Hal ini disampaikan langsung oleh sang Direktur Operasional, Sudjarno, Selasa (14/12/2021). Eks Kapolda Lampung ini mengatakan, bahwa seluruh putaran kedua BRI Liga Liga 1 2021/2022 akan digelar di Bali yang diawali dengan laga pertama tanggal 6 Januari 2021.

Bahkan selain laga putaran kedua, dua pertandingan tunda antara Arema FC vs Persikabo dan Persebaya vs Bali United juga akan digelar di Bali. Dua laga ini ditunda karena banyak pemain masing-masing tim dipanggil tim nasional bertanding di Piala AFF yang kini sedang berlangsung di Singapura.

“Putaran kedua ini dibagi dua seri, seri empat 9 pekan dari pekan 18 hingga 27. Kemudian seri 5 tanpa jeda pekan 28 sampai 34,” kata Sudjarno.

Ada empat venue (stadion) yang dinilai layak menggelar laga-laga 18 tim Liga 1 nanti, yakni Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar), Stadion I Gusti Ngurah Rai (Denpasar), Stadion Kompyang Sujana (Denpasar), dan Gelora Samudra (Kabupaten Badung).

Keempat stadion ini telah dilakukan verifikasi dan dinyatakan layak menggelar Liga 1. Kelayakan itu dinilai dari rumput stadion, lapangan, dan ruang ganti.

Kita sudah terjunkan tim di 4 stadion. Hasil verifikasi memenuhi syarat dari lapangan, lampu, dan ruang ganti’.kata pensiunan bintang 2 ini.

“Selama 3 bulan, 17 klub luar nanti ada di Bali. Dan total ada 155 serta dua laga tunda.”kata Sudjarno.

Terkait kehadiran penonton, pensiunan polisi ini mengatakan  tergantung hasil ujicoba penonton di laga 8 besar Liga 2 di Stadion Wibawamukti (Bekasi) dan Stadion Pakansari (Bogor). Laga ini nanti akan dicoba dengan menghadirkan maksimal 1.000 penonton.

Rinciannya masing-masing klub yang bertanding 100 suporter. Kemudian penontong undangan hingga awak media yang diupayakan ada penambahan yang selama putaran pertama hanya 20 awak media saja yang masuk stadion.

“Pastinya jumlah maksimal 1000 orang undangan. Syaratnyapun harus sudah vaksin dua kali dan antigen. Sementara untuk suporter kita serahkan ke koordinator klub masing-masing,” jelas Sudjarno. (Yan Daulaka)