Setahun Lebih Jadi Kapolres Purworejo, Inilah Kesan AKBP Teguh Tri Prasetya

    


AKBP Teguh Tri Prasetya, SIK. - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sudah setahun lebih, tepatnya tiga belas bulan sejak 2 Oktober 2017, AKBP Teguh Tri Prasetya, SIK menjadi Kapolres Purworejo. Berdasarkan surat telegram Kapolri no: ST/2595/X/KEP./2018 tertanggal 14 Oktober 2018, Teguh Tri Prasetya mendapat promosi baru, sebagai Kasidikpen Subditdikmas Ditkamsel Korlantas Mabes Polri.

Selama bertugas di Purworejo, menjadi kesan tersendiri bagi alumni Akpol 97 ini. Dia merasa bangga, bisa menjadi bagian dari masyarakat Purworejo yang dikenal ramah dan agamis ini.

“Kesan pertama bertugas di Purworejo, karena masyarakatnya dikenal agamis, orangnya pasti santun dan bisa bekerja sama,” ujar Teguh, demikian laki-laki ini akrab disapa, Rabu (24/10).

Dan faktanya, kata Teguh, memang demikian. Selama setahun lebih bertugas, tidak ada masalah besar ataupun gejolak, misalnya kerusuhan, pengerahan masa, maupun demo.

Kerjasama di jajaran Forkopimda sendiri, menurut Teguh, sudah terjalin dengan baik, dan bersinergi. Jika terjadi suatu permasalahan, bisa diselesaikan, sehingga terwujud suasana yang kondusif.

“Khusus untuk teman-teman wartawan, laksanakan tugas sesuai job masing-masing. Cari berita yang aktual dan menyejukkan, jangan sampai menimbulkan gejolak,” pesan kapolres pada para wartawan yang biasa bertugas di Polres Purworejo.

Pada masyarakat, kata Teguh, laksanakan sebagai warga, sebagai kontrol pada kepolisian. Dia juga berterima kasih, selama bertugas tak ada komplain yang berarti.

Dari pandangan Teguh, selama bertugas, angka kriminalitas di Purworejo tak begitu menonjol. Selama ini, yang mendominasi adalah kasus asusila, meski tidak terlalu signifikan. Pengungkapan kasus terakhir yang termasuk menonjol, kata Teguh, kasus curhat di Grabag, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Justru kecelakaan yang masih sering terjadi. Setiap hari, kecelakaan masih terjadi, tapi bukan di jalan-jalan utama,” kata Teguh.

Lantas, kiat apa saja yang dilakukan Teguh, sehingga selama bertugas bisa dilaluinya dengan lancar, aman dan tanpa kendala yang berarti?

Yang paling utama, aku Teguh, merasa bersyukur walau ditugaskan dimana saja. Jalinan silaturahmi terus dilakukan pada semua elemen masyarakat, baik itu di tingkat pimpinan, tokoh masyarakat, maupun tokoh agama. Dia berusaha merangkul semuanya.

Jika ada suatu keberhasilan, ujar Teguh, itu adalah keberhasilan kita semua. Namun jika ada kekurangan, itu merupakan tanggung jawabnya, sebagai bekal untuk evaluasi, sehingga bisa menjadi lebih baik lagi.

“Alhamdulillah, bisa bertugas di Purworejo. Kepada semua anggota, saya ucapkan banyak terimakasih, karena telah mendukung saya selama bertugas,” pungkas Teguh. (Jon)