Seniman Solo Kenalkan Payung Indonesia di ‘Bo Sang Umbrella Festival 2016’ Thailand

    


Seniman tari dan Koreografer Bambang ‘Mbesur’ Suryono menampilkan Tari Mantra Payung di Pendapa Oemah Sinten, Surakarta, Jawa Tengah – foto: Joko Judiantoro

KORANJURI.COM – Lima Seniman asal Solo akan menjadi duta seni di Thailand dalam event ‘Bo Sang Umbrella Festival 2016’ atau Festival Payung Thailand. Para seniman akan mengenalkan ragam payung yang ada di Indonesia ke luar negeri.

Direktur program Festival Payung Indonesia, Heru Prasetya mengatakan, selain menduniakan payung Indonesia, duta seni tersebut juga melakukan observasi untuk meningkatkan dialog kebudayaan dengan para seniman dari negeri Gajah Putih.

“Ajang ini untuk belajar strategi eksistensi pengelolaan festival kebudayaan payung dari Thailand,” ujar Heru di Pendapa Oemah Sinten, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 7 Januari 2016.

Sebagai dua negara di asia yang memiliki banyak kemiripan budaya, kata Heru, Thailand mampu mengelola festival payung selama 33 tahun dan masih terus berlanjut sampai saat ini. Sedangkan Festival Payung Indonesia baru tiga kali di gelar.

“Masih dini sekali. Jauh jika dibandingkan dengan Thailand,” kata Heru.

Dalam festival itu, Indonesia akan menampilkan beberapa payung tradisional dengan motif lukisan candi Sukuh bertuliskan aksara Jawa. Apa yang ditampilkan nanti, lanjut Heru, juga berpotensi menarik minat kunjungan wisatawan Thailand ke Indonesia. Festifal Payung itu diselenggarakan di Desa Bo Sang yang merupakan desa kerajinan di Thailand Utara.

Dalam persiapannya, seniman tari dan koreografer Bambang ‘Mbesur’ Suryono telah menggubah Tari Mantra Payung untuk ditampilkan di Bo Sang Umbrella Festival 2016. Besur terinspirasi gerak gemulai tari payung yang diubah menjadi sebuah mantera gerak tubuh.
 
 
joko

Hits: 0