Senator Bali Arya Wedakarna Tanggapi Pernyataannya Soal Seks Bebas

    


Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna saat memberikan klarifikasi di Kantor DPD RI Provinsi Bali, Jumat, 30 Oktober 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna memberikan tanggapan terkait pernyataannya tentang seks bebas asal pakai kondom.

Senator yang dikenal dengan AWK ini memberikan penjelasan, apa yang disampaikan itu masih terkait dengan sosialisasi seks bebas di lingkungan remaja.

“Waktu itu, saya sosialisasi kepada siswa dan bawa data dari Kementerian PPA. Data dari pemerintah, Indonesia menduduki peringkat kedua tertinggi di ASEAN Dalam hal nikah muda, dan itu masih dalam rangka pencegahan HIV/AIDS,” kata Wedakarna di kantor DPD RI Provinsi Bali, Jumat, 30 Oktober 2020.

“Saya ga mau jadi pemimpin munafik, pemilih saya kebanyakan anak muda, dan itu acara resmi, saya pakai PIN DPD,” tambahnya.

Video yang telah viral di medsos itu, menurut AWK sudah dilakukan pemotongan. Sehingga maknanya tidak sesuai lagi seperti apa yang ia sampaikan. Dalam kasus itu, pihaknya telah menemukan provokotator dan akan membuat laporan resmi ke polisi.

AWK juga menjelaskan, video yang beredar itu merupakan video lama. Ia memperkirakan kegiatan itu berlangsung tahun 2017 atau 2018. Sosialisasi tersebut, kata AWK, dalam rangka pencegahan HIV/AIDS. Namun video tersebut telah diedit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Cikal bakal masalah karena ada pemotongan video, apa yang viral, itu adalah video lama yang disampaikan dalam acara resmi. Saat itu (saya) bertugas jadi anggota DPD, diperkirakan tahun 2017-2018,” kata AWK.

Pihaknya juga memberikan klarifikasi soal pernyataannya yang viral di media sosial tentang Hare Krishna, Planet Dewa dan Batara Lokal. Dirinya menduga, pemotongan video dilakukan oleh kompetitor di pemilu. AWK juga menegaskan pihak yang melakukan provokasi akan dilaporkan ke pihak berwajib.

“Saya dituding pengikut aliran Hare Krishna, kehadiran saya hanya sebatas memenuhi undangan,” jelasnya. (Way)