Semarak Dasawarsa SMK TI Kartika Cendekia Purworejo

    


Suasana pengundian doorprize jalan sehat, Minggu (27/10), yang diikuti seluruh keluarga besar SMK TI Kartika Cendekia Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Jalan sehat dan bakti sosial donor darah, menjadi puncak kegiatan Semarak Dasawarsa SMK TI Kartika Cendekia Purworejo, Minggu (27/10). Jalan sehat diikuti ratusan peserta, dari siswa, guru, karyawan, dan keluarga yayasan. Puluhan doorprize disediakan pihak panitia untuk para peserta.

Usai jalan sehat, dilanjutkan dengan bakti sosial donor darah. Dalam hal ini, SMK TI Kartika Cendekia bekerja sama dengan PMI cabang Purworejo. Dari puluhan peserta donor darah, ditargetkan bisa terkumpul 25 kantong darah.

“Dalam peringatan satu dasawarsa ini, kita melakukan banyak kegiatan. Diawali pada 6 Juni lalu dengan reuni akbar dan pembentukan Ikartika (Ikatan Alumni SMK TI Kartika Cendekia),” ujar Sigit Prasetyo, SPd, selaku ketua panitia, mewakili Agus Setya Ardiyanto, A.Md, Kepala SMK TI Kartika Cendekia Purworejo, Minggu (27/10).

Dijelaskan pula oleh Sigit, juga ada lomba video ucapan selamat satu Dasawarsa. Dalam lomba ini, memperebutkan uang pembinaan jutaan rupiah, dan dimenangkan oleh siswa dari SMA Negeri 7 Purworejo.

Bakti sosial donor darah, mewarnai puncak kegiatan Semarak Dasawarsa SMK TI Kartika Cendekia Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

Bakti sosial donor darah, mewarnai puncak kegiatan Semarak Dasawarsa SMK TI Kartika Cendekia Purworejo – foto: Sujono/Koranjuri.com

Pada Sabtu (26/10) malam, ungkap Sigit, dilaksanakan tasyakuran dan doa bersama, yang dihadiri warga sekitar. Tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng, yang dilakukan oleh Lurah Baledono, Firman, dan diberikan kepada Agus Setya Ardiyanto, selaku kepala sekolah.

“Acara tasyakuran juga sebagai tanda peresmian gedung ruang praktek sekolah,” terang Sigit.

Gedung baru yang difungsikan sebagai laboratorium komputer tersebut, kata Sigit, dibangun dengan dana bantuan dari pemerintah, yang besarnya mencapai Rp 500 juta. Kedepan, direncanakan akan ada pengembangan gedung praktik ini menjadi dua lantai.

Tema peringatan satu dasawarsa kali ini, kata Sigit, Menuju Puncak Gemilang Cahaya. Sigit berharap, di usia yang kesepuluh ini, apa yang dicita-citakan sejak dulu bisa tercapai.

Berawal dari gedung tua yang disekat-sekat menjadi ruang kelas, cerita Sigit, SMK TI Kartika Cendekia yang berada di bawah naungan Yayasan Kartika Puri ini berdiri, dan hanya berisi dua kelas untuk dua kejuruan, Teknik Komputer Jaringan, dan Multimedia, dengan jumlah siswa perkelas 25 siswa. Dari tahun ke tahun, sekolah ini terus mengalami perkembangan. Kini, sudah ada empat kelas di sekolah ini untuk dua kejuruan tersebut.

Diungkapkan oleh Sigit, dari jumlah kelulusan setiap tahunnya, 60 persen alumni langsung terserap di dunia industri. Hal ini, karena peran BKK (Bursa Kerja Khusus) Sepakat di dalamnya. Sementara sisanya, usaha mandiri dan melanjutkan studi. Sigit mengaku sangat bangga dengan keberadaan Ikartika, yang sudah banyak membantu sekolah.

“Dengan sinergi antara yayasan, alumni dan yayasan, kedepan sekolah ini bisa lebih berkembang dan bermanfaat,” pungkas Sigit. (Jon)