Selewengkan Dana Desa, Kades Candiwulan Ditangkap Polisi

    


SF (35), Kepala Desa Candiwulan, Kecamatan Kebumen, saat ditahan di Mapolres Kebumen bersama SP (28), Direktur CV. Arya Wiguna, selaku penyedia barang dan jasa, serta WH (36) selaku Konsultan Pekerjaan karena terjerat kasus korupsi dana desa - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Diduga selewengkan dana desa, SF (35), Kepala Desa Candiwulan, Kecamatan Kebumen, ditahan polisi. Akibat perbuatannya, negara dirugikan sekitar Rp 307 juta.

Selain SF, polisi juga mengamankan SP (28), Direktur CV. Arya Wiguna, selaku penyedia barang dan jasa, serta WH (36) selaku Konsultan Pekerjaan pada proyek itu. Para tersangka ditangkap pada Jum’at (27/7) silam.

Menurut Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar, para tersangka terancam hukuman minimal satu tahun, maksimal 20 tahun. Mereka dijerat dengan pasal 2, 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 yang dirubah dan ditambah dengan UURI Nomor 20, tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUH Pidana.

“Berkas pemeriksaan sudah P-21, siap dikirim ke Kejaksaan Negeri Kebumen,” jelas Arief Bahtiar, Rabu (5/9).

Dijelaskan oleh Arief Bahtiar, pada tahun 2015, Desa Candiwulan mendapatkan proyek pemeliharaan jalan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp. 639.485.000,-.

Namun dari hasil pemeriksaan audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Propinsi Jateng, ditemukan kerugian negara hingga Rp 307 juta. Modus yang dilakukan tersangka, dengan sengaja mengurangi volume aspal dalam pekerjaan pengaspalan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Kebumen meminta kepada Kepala Desa yang ada di Kebumen dalam menggunakan Dana Desa ataupun Alokasi Dana Desa agar sesuai peraturan.

“Jika masih belum memahami, kepala desa bisa menanyakan kepada pendamping ataupun Kepolisian serta Kejaksaan mengenai penggunaan Dana Desa yang sesuai peraturan,” katanya,” pungkas Arief Bahtiar. (Jon)