Selebgram Transgender dan Seorang Model Majalah Konsumsi Sabu-sabu, ini Profilnya

    


Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono bersama Kasubdit II Narkoba Polda Metro AKBP Doni Alexander menggelar Prescon terkait tertangkapnya selebgram dan seorang model majalah dalam kasus narkoba - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Selebgram berinisial ACA alias RA dan foto model majalah berinisial IK alias IW tertangkap dan positif mengkonsumi sabu-sabu. Dalam penangkapan itu, keduanya diekspos di gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kamis, 7 Februari 2019.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono bersama Kasubdit II Narkoba Polda Metro AKBP Doni Alexander menjelaskan, ACA diamankan tim Unit 3 Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro pada Rabu (6/2/2019) dini hari. ACA diamankan di Perumahan Taman Bevey Golf, Jalan Danau Belida Nomor 12, Karawaci, Kota Tangerang, Banten.

Penggeledahan terhadap keduanya, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 0,28 gram dan lima buat alat hisap sabu.

“Keduanya mengaku mendapatkan sabu-sabu dari RN,” jelas Argo Yuwono.

Namun, RN keburu kabur ke Kalimantan Barat sehari sebelum penangkapan RA dan IK. Saat ini petugas tengah melakukan pengejaran.

Sementara AKBP Donny Alexander mengatakan, kasus ini berawal dari informasi yang menyebut sering terjadi penyalahgunaan narkoba di lokasi penangkapan.

“Dari informasi tersebut kita lakukan penyelidikan dan ternyata benar rumah tersebut selalu digunakan untuk tempat pesta narkoba,” ujar Donny.

Kedua tersangka ini dikenal sebagai model video klip dan selebgram. Mereka juga merintis usaha di bidang kosmetik.

Selain itu secara kepribadian, ACA alias RA adalah seorang transgender. Ia terlahir sebagai laki-laki dengan nama Yogi Saputra.

Namun pada Agustus 2018, Pengadilan Negeri Singkawang, Kalimantan Barat, mengabulkan permohonannya untuk berganti status kelamin menjadi perempuan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, baik ACA alias RA dan IK alias IW dijerat Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Keduanya dihadapkan pada ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. (Bob)