Selama Arus Mudik Lebaran Kecelakaan Menurun, Korban Jiwa Nihil

    


Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Nyi Ayu Fitria Facha, saat pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran 2018 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2018, yang dilaksanakan dari Kamis (7/6) hingga Minggu (24/6), angka kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Purworejo, mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

Selama pelaksanaan operasi arus mudik dan arus balik lebaran, pada tahun ini terjadi 13 peristiwa kecelakaan lalulintas. Hal ini mengalami penurunan drastis dibanding tahun lalu, yang mencapai 33 kejadian.

Pada tahun ini, kecelakaan menimbulkan 3 korban luka berat, dan 16 luka ringan. Sementara pada tahun lalu, ada 2 korban luka berat, dan 47 luka ringan. Dari kejadian itu, kerugian material tahun ini mencapai Rp 8,9 juta. Sementara tahun lalu Rp 49,8 juta.

“Untuk korban meninggal dunia, tahun ini nihil. Sementara untuk tahun lalu, menelan 6 korban jiwa,” ujar Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Nyi Ayu Fitria Facha, Jum’at (29/6).

Nyi Ayu menjelaskan, pada tahun lalu, area Black Spot berada di jalur Daendels. Peristiwa kecelakaan banyak terjadi di jalur selatan-selatan ini. Tapi untuk tahun ini, tak ada kejadian kecelakaan di jalur Daendels.

Hal ini dikarenakan, menurut Nyi Ayu, tahun lalu, penerangan jalan masih minim, dan banyak persimpangan jalan. Hal itu sudah diantisipasi, dengan pemasangan lampu penerangan jalan umum di persimpangan-persimpangan, pemasangan traffic light di Nampurejo dan Ketawang.

Gencarnya pemasangan papan himbauan, seperti batas kecepatan maksimal 60 km/ jam, dan peringatan untuk hati-hati, berdampak sangat positif selama arus mudik dan arus balik.

“Tahun ini, pihak Dishub menganggarkan pemasangan PJU pada 20 titik di jalur Daendels,” ungkap Nyi Ayu.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2018, terang Nyi Ayu, arus mudik termasuk lancar. Atensi terfokus justru pada H+3 dan H+4 lebaran. Saat itulah, terjadi puncak arus balik.

Titik kemacetan, kata Nyi Ayu, ada di Kutoarjo. Untuk mengantisipasi, dilakukan rekayasa lalulintas, dengan pengalihan jalur. Untuk kendaraan dari arah Kebumen (barat), dialihkan melalui jl. S.Parman, dan tidak masuk kota.

“Untuk arus balik, jalur Daendels ramai pada siang hari. Sempat juga ada pengalihan jalur selama arus balik. Dengan terjadinya kemacetan di wilayah Ajibarang, Brebes , dan Bumiayu, kendaraan khususnya roda empat yang dari Yogyakarta, disarankan untuk lewat jalur utara lewat Magelang,” pungkas Nyi Ayu. (Jon)