Selama 2 Pekan Razia Masker, 264 Orang Terkena Sanksi Denda, 293 Pembinaan

    


8 personil Brimob Polda Bali dilibatkan dalam razia Peraturan Gubernur (Perub) Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, Minggu, 20 September 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Secara serentak, razia masker diadakan di tiga titik yakni, seputaran Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Denpasar, perempatan Jalan Moh Yamin-Jalan Raya Puputan dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Minggu, 20 September 2020.

Tiga orang terjaring dalam operasi disiplin Pergub No 46 Tahun 2020 tersebut. Mereka dikenakan sanksi denda Rp 100 ribu per orang kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja.

“Dari evaluasi penerapan yang kami lakukan sejak tanggal 7 September lalu, hasilnya cukup signifikan. Selama dua minggu, masyarakat yang terpapar turun hingga dua digit,” jelas Kepala Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Minggu (20/90/2020).

Selama dua pekan razia masker yang diadakan Satpol PP, Rai Dharmadi mengatakan, total terjaring 557 orang. Terhadap pelanggaran itu dikenakan sanksi denda maupun pembinaan.

Total pelanggaran selama dua pekan di bulan September, sebanyak 264 terkena sanksi denda dan 293 orang dilakukan pembinaan. Jumlah itu terdiri dari wilayah provinsi 87, Kota Denpasar 64, Kabupaten Badung 33, Tabanan 13, Jembrana 99, Buleleng 86, Gianyar 0, Klungkung 0, Bangli 19 dan Kabupaten Karangasem 156.

Dari sanksi denda terhadap 264 orang setidaknya nilai nominal yang tersimpan di kas daerah mencapai Rp 26.400.000. Sedangkan sanksi pembinaan dilakukan terhadap 293 orang.

Menurutnya, dalam razia ini yang tidak menggunakan masker maka akan ditindak. Sedangkan yang menggunakan secara tidak benar, pihaknya melakukan edukasi.

“Razia ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sudah kita lakukan mulai tanggal 7 September secara serentak di seluruh Bali. Jadi razia ini tidak terhenti sampai disini, selanjutnya akan terus kami lakukan dan diterapkan lebih tegas lagi,” kata Dharmadi.

Pihaknya berharap, sembilan kabupaten/kota yang ada juga melakukan hal sama yakni, melakukan tindakan tegas dalam penerapan Pergub ini.

“Bukan dendanya yang kita utamakan, tapi efek jera dan kepatuhan masyarakat menggunakan masker. Karena maskermu melindungiku dan maskerku melindungimu,” jelasnya.

8 personil Brimob Polda Bali dilibatkan dalam razia Peraturan Gubernur (Perub) Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

“Sejak kita lakukan penegakan, astungkara angka keterpaparan di masyarakat mulai menurun. Penegakan ini sebagai upaya kami untuk membendung penyebaran virus covid-19,” kata Rai Dharmadi. (Way)