Sekdakab Purworejo Buka Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas Bagi CPNS

    


Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Drs Said Romadhon saat membuka Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas Bagi CPNS Kabupaten Purworejo Tahun 2022 di Ganesha aConvention Hall, Selasa (17/05/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Drs Said Romadhon secara resmi membuka Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas Bagi CPNS Kabupaten Purworejo Tahun 2022 di Ganesha aConvention Hall, Selasa (17/05/2022).

Acara ini diikuti oleh 40 peserta dan dilakukan selama 3 hari mulai tanggal 17 hingga19 Mei 2022. Peserta pelatihan berasal dari formasi CPNS 2019 yang telah berdinas di berbagai instansi di Kabupaten Purworejo.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Kepala BKPSDM, Kepala Dinpusip, Kabag Organisasi dan Aparatur, Perwakilan Inspektorat serta para peserta CPNS formasi tahun 2019.

Dalam arahannya Drs Said Romadhon mengatakan, pada jaman yang serba cepat dan tidak menentu seperti sekarang ini ASN dituntut untuk mempunyai kompetensi dan kemampuan yang mumpuni.

Untuk mendapatkan aparatur yang kompeten maka diterapkanlah Merit Sistem yang merupakan suatu sistem manajemen kepegawaian yang menekankan pertimbangan dasar kompetensi bagi calon yang diangkat, ditempatkan, dipromosi dan dipensiunkan sesuai UU yang berlaku.

Dikatakan, dengan diterapkan nya sistem ini kebijakan dan manajemen ASN didasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur atau kondisi kecacatan.

“Saya berpesan agar adik-adik sekalian mengutamakan disiplin dalam situasi apapun. Disiplin adalah hal pokok dan utama yang akan menjadi pembeda diri kita dengan orang lain. Pakailah ilmu buka puasa saat masuk kerja, dan ilmu sahur saat pulang kerja. Artinya berangkat kantor lebih awal dan pulang kantor di akhir waktu,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, ASN harus berpikir logis, kritis, inovatif, dan terus mengembangkan diri berdasarkan semangat nasionalisme dalam menghadapi tantangan global.

Selain itu, menyadari laju gerak perubahan yang kian masif tersebut, selain pengembangan kompetensi aparatur, setiap pemimpin perlu memiliki kemampuan kepemimpinan yang transformasional. Pemimpin harus peka terhadap kondisi eksternal maupun internal organisasi agar mampu menghadapi setiap problematika yang terjadi.

“Pemimpin transformasional juga harus mampu membangun jejaring kerja agar mudah dalam melakukan koordinasi antar lintas instansi. Ini harus dipelajari dan diterapkan sejak sedini mungkin. Agar ketika suatu saat nanti kalian menjadi pemimpin, karakter tersebut telah terbentuk,” ungkap Sekda.

Sementara itu Kepala BKPSDM Fitri Edhi Nugroho menjelaskan, angkatan 2019 terdapat 320 orang yang kita bagi menjadi 8 angkatan, dan ini adalah angkatan pertama.

“Pelatihan kali ini ada beberapa materi di dalamnya diantaranya mengenai Manajemen ASN, Pola karir, Penilaian kinerja, pengelolaan keuangan dan aset daerah, pengelolaan arsip, pembinaan dan pengawasan, disiplin ASN dan pengembangan SDM,” pungkas Fitri. (Jon)







    




News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas