Sejumlah Elemen di Purworejo Tolak Ideologi Anarkisme dan Vandalisme

    


Pernyataan sikap elemen mahasiswa, pelajar, serikat buruh dan suporter sepakbola, yang menolak ideologi anarkisme dan vandalisme, Selasa (28/5), di RM Dargo, Pangenrejo, Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sejumlah elemen mahasiswa, pelajar, serikat buruh dan suporter sepakbola di Kabupaten Purworejo, sepakat menolak ideologi anarkisme dan vandalisme (anarko sindikalis), yang dituangkan dalam sebuah deklarasi.

Deklarasi dilakukan Selasa (28/5) sore, di RM Dargo, Pangenrejo, disaksikan oleh Kapolres Purworejo, perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU),
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Mahsiswa Muhammadiyah (IMM), Berita Purworejo Terkini (BPT), Rudofl Boy (Suporter Bola Purworejo), serta Perwakilan Pelajar SMA dan SMK se Kabupaten Purworejo.

Kegiatan yang dikemas dalam Buka Bersama Untuk Damai ini, dihadiri sekitar 120 orang. Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong meminta kepada kepada komponen serikat buruh, para mahasiswa, pelajar, dan suporter sepakbola di Kabupaten Purworejo untuk tidak terpengaruh dengan fenomena tersebut, jangan mudah terprovokasi dan jangan ikut-ikutan melakukan tindakan vandalisme dan pengerusakan.

“Jangan mudah terprovokasi oleh kelompok kelompok tertentu yang memanfaatkan kita semua untuk kepentingan mereka. Gunakan waktu untuk kegiatan yang positif terutama pada bulan suci ini,” ujar Kapolres.

Untuk mencegah ideologi tersebut masuk dan berkembang di Purworejo, dari kepolisian sengaja mengumpulkan para mahasiswa, pelajar, serikat buruh dan suporter sepakbola, dengan sosialisasi akan bahaya dan dampak dari ideologi anarkisme dan vandalisme.

“Usia-usia remaja pada pelajar dan mahasiswa, sangat rawan. Biasanya, mereka sedang dalam proses mencari jati diri. Pencegahan dini harus dilakukan, supaya mereka tidak disusupi ideologi ini,” kata Kapolres.

Menanggapi hal ini, Najib Purnama, dari PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Purworejo mengatakan, bahwa dari PMII sendiri sudah membuat program, yang dikemas dalam pelatihan dan even untuk menampung para pemuda/mahasiswa yang memiliki kemampuan menggambar dan menulis, supaya disalurkan pada tempat yang pas, sehingga tidak melakukannya dengan aksi vandalisme di jalan-jalan dan fasilitas umum.

“Untuk para penganut paham anarko sindikalis, itu merupakan tanggung jawab pemerintah. Mereka hanya butuh wadah yang tepat. Kalau dari PMII sendiri, akan kita ajak dialog mereka, dengan diskusi dan kajian-kajian, ideologi yang pas sesuai tujuan bangsa kita itu seperti apa,” ujar Najib.

Sementara itu, Fatchurohman, selaku ketua IPNU Purworejo menilai, bahwa adanya paham anarko sindikalis ini, karena ulah provokator yang sengaja menyusup, untuk membuat kekacauan dan merusak bangsa, yang pada akhirnya rakyat seakan-akan sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah. Dan muaranya mengarah ke penggulingan kekuasaan.

“Dan kita menolak akan ideologi ini. Saya sangat mengapresiasi dengan Polres Purworejo, yang sudah melakukan pencegahan dini penyebaran ideologi ini, khususnya di wilayah Purworejo,” ujar Fatchurohman. (Jon)