Seberapa Mahal Ongkos Politik yang Dikeluarkan Calon Anggota DPD Bali?

    


Foto: Ilustrasi/Facebook KPU Provinsi Bali

KORANJURI.COM – KPU Provinsi Bali merilis dana kampanye yang dikeluarkan oleh calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Bali pada pemilu serentak 2019.

Laporan dana itu telah diaudit oleh akuntan publik Luthfi Muhammad & Rekan, selama periode 23 September 2018 hingga 25 April 2019. Dari nama-nama calon DPD RI asal Bali yang maju, besaran biaya politik yang dikeluarkan bervariatif.

AA. Ngrh Oka Ratmadi atau Cok Rat, menyiapkan anggaran politiknya yang tercatat di tanggal 23 September 2018, dengan saldo awal Rp 1.000.000. Selama masa kampanye, tercatat penerimaan Rp 0 dan pengeluaran Rp 0. Saldo per 25 April 2019 sebesar Rp 1.000.000. Total unit barang 0.

Anak Agung Gde Agung, saldo awal per 23 September 2019 sebesar Rp 1.000.000 ,-, dengan penerimaan total sebesar Rp 411.620.000 ,-, jumlah total pengeluaran Rp 185.178.000 ,- yang terdiri dari penyebaran bahan kampanye kepada umum senilai Rp 170.178.000 ,- dan lain-lain senilai Rp 15.000.000. Jumlah saldo per 25 April 2017 sebesar Rp 227.442.000 yang berasal dari kasa di rekening khusus Rp 822.000 dan barang Rp 226.620.000. Total unit barang ada 5.120 buah.

Bagus Made Wirajaya menempatkan saldo awal per 23 September 2018 sebesar Rp 500.000, penerimaan Rp 10.000.000, pengeluaran Rp 10.400.000, dan saldo per 25 April 2019 sebesar Rp 10.500.000 terdiri dari kas di bendahara Rp 100.000 dan barang senilai Rp 10.400.000. Total jumlah unit barang sebanyak 1.272 buah.

H. Bambang Santoso memiliki saldo awal di rekening Rp 30.000.000, dengan penerimaan Rp 23.746.000, Total pengeluaran Rp 63.686.874 yang terdiri dari biaya pertemuan terbatas Rp 5.391.000, pembuatan desain alat peraga kampanye Rp 4.000.000 dan pembelian peralatan Rp 44.295.874. Saldo terakhir tercatat Rp Rp 35.609.000 terdiri dari kas di rekening khusus Rp 59.126 dan barang senilai Rp 35.549.874. Jumlah unit barang sebanyak 25.834 buah.

Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati memiliki saldo awal Rp 10.000.000 dengan jumlah pengeluaran Rp 9.621.812 terdiri dari pembelian peralatan senilai Rp 6.379.000, lain-lain Rp 3.242.812. Saldo terakhir sebesar Rp 378.187 yang berada di kas rekening khusus Rp -3.006, kas di bendahara Rp 381.194. dan barang Rp -1. Jumlah unit barang 0.

Dewa Made Suamba Negara menempatkan saldo awal Rp 0. Kas di rekening khusus Rp -200.000.000 dan kas di bendahara Rp 200.000.000. Penerimaan Rp 6.805.000 terdiri dari sumbangan calon anggota DPD Rp 1.250.000 dan sumbangan pihak lain perseorangan Rp 5.555.000. Total jumlah pengeluaran Rp 920.000. Saldo terakhir berwujud barang senilai Rp 5.885.000. Jumlah unit barang 167 buah.

Gede Lanang Darma Wiweka memiliki saldo awal Rp 500.000, penerimaan Rp 30.000 terdiri dari penerimaan calon anggota DPD Rp 20.000.000 dan sumbangan pihak lain perseorangan Rp 10.000.000. Total pengeluaran Rp 30.500.000, terdiri dari pengeluaran modal Rp 20.500.000. Saldo terakhir dalam bentuk barang senilai Rp 20.500.000. Jumlah unit barang 1 buah.

Gede Ngurah Ambara Putra saldo awal Rp 10.000.000, penerimaan Rp 163.298.000, pengeluaran Rp 163.298.000 untuk biaya penyebaran bahan kampanye kepada umum. Saldo terakhir Rp 10.000.000 yang ditempatkan di rekening khusus. Jumlah unit barang 0.

Ida Bagus Ketut Purbanegara saldo awal Rp 0, kas di rekening khusus Rp -2.900.000, kas di bendahara Rp 2.900.000. Tidak ada penerimaan dan pengeluaran yang tercatat. Saldo akhir di rekening khusus Rp -2.900.000 dan kas di bendahara Rp 2.900.000. Jumlah barang 0.

I Gusti Made Ngurah saldo awal Rp 10.000.000 yang ditempatkan di kas rekening khusus, penerimaan Rp 15.037.866 terdiri dari sumbangan dari calong anggota DPD Rp 15.000.000 dan bunga bank Rp 37.866. Pengeluaran Rp 19.053.861 terdiri dari Rp 4.000.000 untuk pembuatan iklan di media cetak dan elektronik, pembuatan desain alat peraga kampanye Rp 7.600.000, penyebaran alat peraga kampanye kepada umum Rp 7.400.000, lain-lain Rp 53.861. Saldo akhir Rp 5.984.000 berada di rekening khusus. Jumlah Unit 0.

Gusti Ngurah Harta saldo awal Rp 10.000.000 berada di rekening khusus, pengeluaran Rp 10.000.000 untuk pembelian peralatan. Saldo akhir Rp 10.000.000 dalam bentuk barang. Jumlah unit barang 1.375 buah.

I Nengah Manumudhita saldo awal Rp 500.000 yang ditempatkan di rekening khusus. Penerimaan Rp 6.904.057 terdiri dari penerimaan calon anggota DPD Rp 4.300.000 dan sumbangan pihak lain perseorangan Rp 2.600.000, bunga bank Rp 4.057. Pengeluaran Rp 6.232.759 untuk pembuatan desain alat peraga kampanye Rp 1.800.000 dan penyebaran bahan kampanye kepada umum Rp 4.400.000, lain-lain Rp 32.759. Saldo akhir Rp 1.171.298. Jumlah unit barang 0.

Wayan Adnyana memiliki saldo awal Rp 5.000.000 di rekening khusus. Penerimaan Rp 5.118.000, pengeluaran Rp 5.552.000. Saldo akhir Rp 4.566.000 di rekening khusus. Jumlah unit 0.

Made Mangku Pastika memiliki saldo awal Rp 100.000.000 yang berada di kas bendahara. Penerimaan Rp 185.020.000 dari sumbangan pihak lain perseorangan. Pengeluaran Rp 252.701.000 terdiri dari pertemuan tatap muka Rp 7.420.000, pembuatan desain alat peraga kampanye Rp 172.681.000, lain-lain Rp 72.600.000. Saldo akhir per 25 April 2019 Rp 32.319.000 yang berada di rekening khusus Rp 4.835.381, kas di bendahara Rp 20.063.619, barang Rp 7.420.000. Jumlah unit barang 839 buah.
Ni Made Ayu Sriwathi memiliki saldo awal Rp 10.000.000 di rekening khusus. Penerimaan Rp 0 dan pengeluaran Rp 9.621.812 untuk pembelian peralatan Rp 6.379.000, lain-lain Rp 3.242.812. Saldo terahir Rp 378.187, di rekening khusus Rp -3.006 dan kas di bendahara Rp 381.194, barang -1.

Ni Made Suastini memiliki saldo awal Rp 1.000.000 di rekening khusus. Penerimaan Rp 95.008.638, terdiri dari penerimaan calon anggota DPD Rp 95.000.000 dan bunga bank Rp 8.638. Pengeluaran Rp 91.336.399, terdiri dari pertemuan tatap muka Rp 17.800.000, pembuatan iklan di media cetak dan elektronik Rp 10.000.000, pembuatan desain alat peraga kampanye Rp 9.000.000, penyebaran bahan kampanye kepada umum Rp 39.700.000, kegiatan lain yang tidak melanggar aturan kampanye dan peraturan perundang-undangan Rp 14.702.935, lain-lain Rp 133.464. Saldo akhir Rp 4.672.239, terdiri dari kas di rekening khusus Rp 172.239 dan kas di bendahara Rp 4.500.000. Jumlah unit barang 0.

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS memiliki saldo awal Rp 55.500.000 yang berada di kas bendahara. Penerimaan Rp 90.086.743. Pengeluaran Rp 145.451.850, terdiri dari pertemuan terbatas Rp 1.500.000, pertemuan tatap muka Rp 9.300.000, penyebaran bahan kampanye kapada umum Rp 118.449.500, lain-lain Rp 16.202.350. Saldo akhir per 25 April 2019 sejumlah Rp 134.893, kas di rekening khusus Rp 4.996 dan kas di bendahara Rp 129.897. Jumlah unit barang 0. (*/data KPU Bali)